Media Kampung – Sepanjang periode libur panjang Iduladha 1447 Hijriah, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan trafik penumpang di jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali. Kenaikan ini terjadi pada Mei 2026, dengan arus berangkat naik antara 13,5 persen hingga 36,1 persen dan arus balik meningkat sekitar 22,3 persen hingga 24 persen.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan operasional penyeberangan tetap lancar dan aman. Selain memperkuat kesiapan layanan di lintasan utama, ASDP juga memprioritaskan aspek keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman perjalanan bagi para penumpang.
Untuk mengatasi lonjakan trafik, ASDP menyiapkan 28 hingga 33 kapal operasional yang disesuaikan dengan tingkat kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Perusahaan juga mengoptimalkan delaying system di beberapa titik buffer zone guna mengatur distribusi kendaraan menuju pelabuhan agar antrean tetap terkendali. Posko mini disiagakan selama masa libur panjang untuk memperkuat koordinasi operasional dan pelayanan di lapangan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kapasitas layanan diperkuat dengan bantuan armada KMP Roditha dari lintasan Lembar–Padang Bai guna menjaga kelancaran penyeberangan di Selat Bali. Ia mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy dan datang sesuai jadwal keberangkatan untuk mendukung tertibnya distribusi kendaraan dan menghindari penumpukan di pelabuhan.
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai panjang hingga 2,7 kilometer menjelang masa libur panjang, didominasi oleh kendaraan logistik dan truk barang yang akan menyeberang ke Pulau Jawa. Pihak kepolisian setempat memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian kendaraan pribadi melalui jalur alternatif untuk mengurai kepadatan.
Data produksi penyeberangan pada Senin (26/5) menunjukkan dari Gilimanuk terdapat 32.234 penumpang dan 10.953 unit kendaraan yang menyeberang, sedangkan dari Ketapang menuju Bali tercatat 17.539 penumpang dengan 5.089 unit kendaraan. Puncak antrean arus keluar Bali terjadi pada 25 Mei 2026, namun arus saat ini sudah mulai lancar dengan dominasi kendaraan barang.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, memprediksi lonjakan penumpang dari Bali menuju Jawa sudah mencapai puncaknya pada 25 Mei, namun arus balik ke Bali diperkirakan meningkat setelah Salat Iduladha. ASDP juga menyiapkan tambahan armada KMP Roditha yang masih menunggu izin dari BPTD untuk mengantisipasi lonjakan hingga libur sekolah awal Juni.
Dengan kesiapan armada, penguatan rekayasa layanan, dan optimalisasi digitalisasi tiket, ASDP optimis layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selama libur Iduladha dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi logistik antar pulau.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan