Media Kampung, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa akan mengusulkan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan di jalur menuju pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali tersebut.
Khofifah menyatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama direksi PT ASDP Indonesia Ferry pekan lalu. Dalam rapat tersebut, ASDP telah menyiapkan master plan peningkatan kapasitas dan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Ketapang secara komprehensif hingga 2030. “Jadi bulan depan ada beberapa item yang sudah akan dibangun,” ujarnya saat kunjungan kerja di Banyuwangi.
Menurut Khofifah, dengan status PSN, pengembangan Pelabuhan Ketapang akan mendapat dukungan penuh dari berbagai kementerian. Ia menegaskan bahwa pengembangan tidak hanya dilakukan di sisi Ketapang, tetapi juga di Pelabuhan Gilimanuk di Bali. “Jadi Ketapang, Gilimanuk sama persis. Kalau di sini ditambah, Gilimanuk ditambah, begitu,” tegasnya.
Selama setahun terakhir, antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sering terjadi, didominasi truk logistik berukuran besar. Kondisi ini dikeluhkan para sopir karena harus menunggu di buffer zone, sehingga menambah biaya operasional untuk bahan bakar dan konsumsi. Peningkatan kapasitas pelabuhan diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus logistik.





















Tinggalkan Balasan