Media KampungBanyuwangi mencatat tonggak baru dalam industri pengolahan hasil laut dengan beroperasinya pabrik kemasan kaleng PT Sunrise Masami Internasional di Kecamatan Muncar, Jumat (3/7/2026). Pabrik yang menyerap investasi sekitar Rp200 miliar ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor kaleng secara signifikan dan meningkatkan daya saing industri pengolahan ikan nasional.

Mengurangi Impor Kaleng Hingga 90 Persen

Sebelum pabrik ini berdiri, hampir seluruh kebutuhan kaleng untuk industri pengolahan makanan masih didatangkan dari luar negeri. Direktur Marketing PT Pacific Harvest Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto, mengungkapkan bahwa dulu 90 hingga 100 persen kaleng masih impor. Kini, melalui kerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok, produksi bodi dan tutup kaleng dilakukan di Banyuwangi, sehingga biaya bisa lebih efisien sekitar 10 hingga 15 persen.

Biaya kemasan menyumbang sekitar 35 persen dari total biaya produksi makanan kaleng. Dengan produksi lokal, perusahaan dapat menekan biaya sekaligus mempercepat rantai pasok industri pengolahan hasil laut.

Kapasitas Produksi dan Dampak Ekonomi

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan, atau setara 600 juta kaleng per tahun. Selain memenuhi kebutuhan PT Pacific Harvest Indonesia, pabrik juga akan memasok kemasan bagi industri makanan lainnya, termasuk membuka peluang ekspor produk kemasan kaleng ke berbagai negara.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik investasi ini. Menurutnya, industri pengolahan yang tumbuh di Banyuwangi tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memperkuat sektor hilirisasi hasil perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah. “Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Penyerapan Tenaga Kerja

Pabrik PT Sunrise Masami Internasional diperkirakan menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Kehadirannya diharapkan memperkuat ekosistem industri pengolahan hasil laut di Banyuwangi yang selama ini menjadi salah satu sentra produksi perikanan terbesar di Indonesia.

Peresmian pabrik dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menandai kolaborasi antara investor Indonesia dan Tiongkok yang membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.