Media Kampung, Pemohon administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo membeludak pada Senin (6/7/2026). Antrean panjang terlihat baik di luar maupun dalam kantor. Lonjakan ini dipicu oleh libur sekolah yang dimanfaatkan pelajar untuk mengurus dokumen kependudukan, terutama perekaman KTP elektronik (KTP-el).
Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Dhutarso Aviantoro, membenarkan adanya peningkatan jumlah pemohon selama libur sekolah. Menurutnya, kenaikan mencapai 30–40 persen dibanding hari biasa. Jika biasanya terdapat 300 pemohon per hari, kini menjadi 400–450 pemohon per hari.
Kurniawan Dwi, seorang siswa SMA asal Sukorejo, terpaksa balik kanan karena kuota perekaman sudah penuh. Ia sengaja datang pada hari tersebut untuk memanfaatkan libur sekolah. “Katanya perekamannya sudah penuh disuruh kembali besuk. Memilih hari ini ya karena pas libur sekolah,” ujarnya.
Hal serupa dialami Zahra Askia, warga Mlarak. Saat tiba di kantor Dispendukcapil, ia mendapati antrean yang sangat panjang. “Sampai sini kok lihat antre banget. Ini mau tanya-tanya dulu, sekiranya lama ya besuk. Ini mau ngurus KTP,” katanya.
Dhutarso menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kapasitas terbatas. Untuk menjaga kualitas pelayanan, Dispendukcapil menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan selama 20 menit per pemohon. “Kita kan punya kapasitas, supaya tidak terlalu lama menunggu, kita juga punya SOP pelayanan 20 menit, jadi kalau sudah 150 antrean, ya kita tutup. Kursi pelayanan kita juga nggak cukup,” ujarnya.
Pemohon didominasi oleh perekaman KTP-el, yang mencapai 120–130 pemohon per hari. Banyak di antara mereka yang membutuhkan KTP sebagai syarat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).






















Tinggalkan Balasan