Media Kampung, Universitas Airlangga (Unair) mempercepat pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) di Banyuwangi. Revitalisasi kampus di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2026 sebagai bagian dari penguatan pendidikan kedokteran dan kesehatan di wilayah timur Jawa.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pengembangan FIKKIA menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat sektor kesehatan di Banyuwangi. “Kehadiran perguruan tinggi, termasuk FIKKIA Unair bukan sekadar menambah institusi pendidikan saja di Banyuwangi, namun mereka adalah mesin pengungkit pembangunan daerah. Dari kampus, kami berharap lahir dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang bukan hanya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempercepat kenaikan kualitas SDM Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ipuk juga meminta pembangunan gedung baru tetap mengangkat identitas arsitektur khas Banyuwangi sehingga selaras dengan konsep bangunan publik di daerah tersebut. “Kami menitipkan kelestarian warisan arsitektur khas lokal dengan cara agar setiap gedung yang dibangun di Banyuwangi menampilkan desain dan ornamen khas Banyuwangi. Selain tentunya fasilitas dan sarana prasarana lainnya tetap harus menjadi prioritas,” tutur Ipuk.

Sementara itu, Dekan FIKKIA Unair, Dr. Rahadian Indarto Susilo, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari peningkatan kualitas pendidikan yang terus dilakukan sejak kampus Unair hadir di Banyuwangi pada 2014. “Sekarang kami sudah memiliki Program Studi Kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” ujar Rahadian.

Gedung baru akan dibangun di kompleks FIKKIA Unair Mojopanggung yang saat ini digunakan sebagai lokasi perkuliahan Program Studi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Revitalisasi direncanakan dimulai tahun ini dengan pembangunan gedung setinggi empat lantai.

FIKKIA Unair Banyuwangi saat ini memiliki empat program studi, yakni S1 Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Akuakultur. Fakultas tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) yang dibuka pada 2014 dan bertransformasi menjadi FIKKIA pada 2023.