Media Kampung – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan pentingnya adaptasi pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (AI). Dalam pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Stella mengungkapkan kekhawatirannya terkait banyaknya program studi (prodi) baru yang tidak diimbangi dengan penyerapan lulusan di dunia kerja.

“Sebenarnya kita bukan fokus kepada prodinya, tapi kita harus memastikan bahwa kita menyiapkan lulusan yang bisa mendapatkan pekerjaan, dan pekerjaan yang bagus. Karena yang paling tidak kita semua inginkan adalah lulusan kita pengangguran,” ujar Stella.

Stella menjelaskan, pemerintah tidak ingin perguruan tinggi hanya menghasilkan lulusan tanpa memastikan mereka dapat terserap di dunia kerja. Ia menekankan bahwa kualitas lulusan harus menjadi prioritas. “Kalau kita banyak-banyak prodi, tapi ternyata lulusan kita tidak terserap, kan ini justru yang paling mengkhawatirkan kita semua,” lanjutnya.

Menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang meminta rektor untuk tidak membuat terlalu banyak prodi, Stella menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk efisiensi dalam penyerapan tenaga kerja. “Bukan pengerucutan prodi-nya, tetapi metode apa yang paling efisien untuk memastikan bahwa lulusan kita ini memang bisa terserap di tenaga kerjaan,” jelasnya.

Stella juga menyebutkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan penambahan prodi baru jika bidang tersebut benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja. “Kebutuhan itu dapat berubah mengikuti perkembangan dunia,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa penyesuaian terhadap prodi bukanlah hal yang dilakukan sekali saja, melainkan harus terus beradaptasi mengikuti perubahan kebutuhan pasar kerja. “Kita sangat khawatir kalau kita lihat data, bahwa AI itu paling banyak mengkikis untuk pekerjaan bagi lulusan baru,” tuturnya.

Stella menekankan, adapasi adalah kunci. “The only constant is change,” pungkasnya, menegaskan pentingnya responsivitas sistem pendidikan terhadap dinamika dunia kerja yang terus berkembang.