Media Kampung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menanggapi kasus bullying yang menimpa seorang siswa SD di Pemalang, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), yang diduga meninggal dunia akibat perundungan oleh kakak kelasnya. Dalam agenda Grand Launching Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di SMKN 26, Pulogadung, Jakarta Timur, Atip menegaskan pentingnya penanganan kasus ini sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku.
“Ya itu kan sudah ada mekanismenya di ketentuan kita untuk penanganannya. Ya yang harus kita lakukan, regulasinya kan sudah jelas adalah untuk penegakan dari regulasi tersebut,” kata Atip.
Atip juga mengimbau agar semua pihak berpartisipasi dalam penanganan masalah ini, mengingat perundungan tidak hanya melibatkan satu pihak, tetapi juga masyarakat, keluarga, dan sekolah. “Oleh karena itu penanganannya harus holistik, komprehensif, dan bersama-sama,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah harus terbuka dan kooperatif dalam menangani kasus dugaan perundungan. Sekolah tidak diperbolehkan untuk menutup-nutupi informasi yang ada. “Ya kalau untuk itu kan kita akan menindaklanjuti, ya. Karena sesuai dengan aturan tidak bisa menutup-nutupi itu, harus ditindaklanjuti,” tambahnya.
Kasus ini sedang dalam penyelidikan polisi, yang mendalami keterlibatan tiga kakak kelas Aqib yang diduga terlibat dalam perundungan. Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, menyatakan bahwa dua anak yang diduga terlibat duduk di kelas 5, sementara satu anak lainnya duduk di kelas 6.
“Kami masih melakukan pendalaman pada kedua anak yang diduga terlibat, serta satu anak yang sempat diduga terlibat tersebut,” jelas Wildan. Ia menambahkan bahwa keterangan dari anak-anak saksi mendukung dugaan keterlibatan dua anak dari kelas 5 tersebut, yang juga sempat terlihat oleh korban.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa korban sempat mengeluh sakit pada 16 September 2026, kemudian meminta pulang dan dijemput oleh orang tuanya. Ia mendapatkan perawatan di klinik dan dirawat di rumah sakit dari 17 September hingga 24 September 2026. Pada 30 September 2026, korban tidak sadarkan diri di rumah dan dibawa ke rumah sakit, di mana dokter menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia.













