Media Kampung, Lampung Selatan – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan intrusi air laut di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan, untuk menjaga produktivitas sekitar 8.000 hektare lahan pertanian. Penanganan dilakukan dengan memperlancar aliran air sekaligus menjaga ketersediaan air baku bagi lahan pertanian masyarakat guna mencegah potensi gagal panen.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan penguatan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. “Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Dody.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Kementerian PU melakukan penanganan pada jaringan saluran yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi. Pekerjaan meliputi normalisasi saluran suplesi dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer dan normalisasi SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer.

Dengan total penanganan sekitar 4,5 kilometer, normalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperlancar aliran air menuju jaringan irigasi. Suplai air untuk kebutuhan pertanian diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Selain normalisasi saluran, Kementerian PU juga telah menyelesaikan perbaikan empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang. Sebanyak tiga unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter juga telah dipasang, termasuk penguatan konstruksi menggunakan pasangan batu kali. Penanganan infrastruktur ini dilakukan untuk memperlancar distribusi air ke jaringan pertanian sekaligus mengendalikan masuknya air laut ke saluran.

Dalam pelaksanaan di lapangan, air dari Sungai Way Sekampung dipompa menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter menggunakan mobile pump. Untuk mendukung kelancaran aliran menuju lahan pertanian, Kementerian PU juga melakukan pengangkatan sedimentasi pada Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung-SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer dan SPP Sekampung-SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer. Pekerjaan tersebut dikerjakan dengan mengerahkan lima unit Excavator Long Arm.

Perbaikan Tabat Gayau juga menjadi bagian penting dalam pengendalian tata air di kawasan tersebut. Tabat berfungsi mengatur aliran saluran. Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk membuang aliran ke Sungai Sekampung, sementara pada musim kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air asin sekaligus menjaga air hasil pompanisasi tetap mengalir di saluran SPP.

Melalui rangkaian penanganan tersebut, Kementerian PU berupaya memastikan aliran air menuju jaringan pertanian tetap lancar dan terkendali. Upaya ini diharapkan dapat menjaga pasokan air bagi lahan sawah sekaligus mendukung masyarakat mempertahankan produktivitas pertanian di wilayah yang terdampak intrusi air laut.