Media Kampung – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II (BBMKG Wilayah II) mengungkapkan bahwa beberapa sirene tsunami yang memantau perairan Selat Sunda kerap tidak berfungsi karena aki dan kabelnya dicuri. Kepala Stasiun Geofisika, Margiono, menjelaskan bahwa pencurian ini terjadi di beberapa lokasi, termasuk di sekitar masjid.

“Ada juga perangkat atau sirene yang berada di sekitar masjid. Di beberapa lokasi, kita sering mengalami kehilangan aki dan kabel. Itu yang cukup sering terjadi,” ujar Margiono pada Rabu (7/10). Ia menambahkan bahwa kehilangan tersebut terjadi sekitar tiga bulan lalu. Namun, saat ini perangkat sudah kembali normal setelah diperbaiki.

“Sekitar tiga bulan lalu, kita mengganti aki karena memang sudah beberapa kali hilang. Di lokasi tersebut bukan hanya peralatan kita, tetapi perangkat milik operator telekomunikasi seperti Telkomsel juga pernah mengalami kehilangan,” katanya. Margiono juga menekankan bahwa saat ini, alat-alat apa pun yang dianggap bisa diambil, terutama kabel dan aki, rawan dicuri.

BBMKG melakukan uji coba sirene setiap bulan untuk memastikan perangkat tersebut dalam kondisi baik. “Setiap tanggal 26 kita melakukan uji coba sirene. Dari pengecekan tersebut kita bisa mengetahui apakah kondisinya masih menyala atau tidak. Selain itu, kondisi peralatan juga kita pantau secara rutin. Jika diketahui dalam kondisi mati atau tidak berfungsi, kita segera melakukan pengecekan ke lokasi,” tambahnya.

Tidak hanya sirene, sebelumnya sejumlah perangkat pemantauan tsunami, seperti buoy atau pelampung pemantau tsunami yang berada di tengah laut, juga hilang dicuri. “Kalau buoy, itu sudah lama hilang. Posisi buoy memang berada di laut dan tidak ada yang menjaga secara langsung. Masyarakat mungkin tidak mengetahui bahwa benda tersebut merupakan peralatan pemantauan, sehingga bisa saja diambil, dibongkar, atau bahkan dijual,” ujarnya.

Margiono menyatakan bahwa alat-alat yang berada di tengah laut sangat rentan hilang atau dicuri. “Untuk peralatan yang berada di laut, memang risikonya seperti itu. Ada juga peralatan lain yang bentuknya mirip buoy dan digunakan untuk memantau kondisi gelombang,” katanya.