Media Kampung, Palembang – Seorang pelajar berusia 16 tahun di Palembang menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok remaja yang videonya kemudian viral di media sosial. Keluarga korban mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 14 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Mesuji 2, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Korban, Marcos Melano, yang masih berusia 16 tahun dan merupakan anak yatim piatu, mengalami penganiayaan saat dalam perjalanan pulang dari sekolah.
Fakta Kejadian
Berdasarkan keterangan dari Yudi Lias, paman korban, korban didatangi oleh sekelompok remaja yang mengenakan pakaian sekolah. Salah satu dari pelaku menendang sepeda motor yang dikendarai korban hingga terjatuh. Setelah korban jatuh, pelaku lain melakukan pemukulan dengan menggunakan batu pada bahu korban dan tangan kosong pada kepala korban.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lecet pada bahu bagian belakang dan lengan kanan, serta benjolan dan sakit pada bagian belakang kepala. Kejadian ini direkam dan videonya tersebar luas di media sosial, memicu keprihatinan masyarakat.
Tindak Lanjut Keluarga dan Polisi
Yudi Lias bersama keluarga korban memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke SPKT Polrestabes Palembang pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Laporan tersebut diterima dan kini sedang ditangani oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang.
Polisi tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian secara mendetail, mengidentifikasi pelaku, serta menentukan peran masing-masing pihak yang terlibat. Penyelidikan juga melibatkan penelusuran rekaman video yang beredar untuk membantu proses pengungkapan kasus.
Konteks dan Pentingnya Penanganan Kasus
Kasus ini termasuk dalam tindak pidana perlindungan anak yang diatur dalam hukum Indonesia. Penanganan yang tepat penting untuk memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terjadinya kekerasan serupa di lingkungan pelajar. Keluarga korban menegaskan tidak akan menerima perlakuan kekerasan tersebut dan berharap pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai.
Penganiayaan terhadap pelajar di bawah umur menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada trauma fisik dan psikologis korban serta menimbulkan rasa ketidakamanan di lingkungan pendidikan.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pendidikan karakter bagi pelajar agar tercipta lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.














Tinggalkan Balasan