Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 3,28 persen dalam sepekan terakhir, ditutup pada level 6.036,888. Penurunan ini tercatat dari posisi sebelumnya di angka 6.241,892.
Menurut Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sierra Putri Yosita, meskipun IHSG melemah, kapitalisasi pasar BEI justru mengalami kenaikan sebesar 2,55 persen menjadi Rp 10.627 triliun, dibandingkan dengan Rp 10.905 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni 72,51 persen menjadi 50,37 miliar saham, dari 29,20 miliar saham sebelumnya.
“Rata-rata nilai transaksi harian saham meningkat 5,40 persen menjadi Rp 12,63 triliun dari Rp 11,98 triliun,” ungkap Sierra dalam keterangannya.
Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,27 triliun pada perdagangan terakhir pekan tersebut. Selama tahun 2026, nilai jual bersih yang dicatat oleh investor asing mencapai Rp 82,55 triliun.
Di sisi kebijakan perdagangan, BEI melakukan sejumlah penyesuaian untuk memperkuat mekanisme perdagangan dan pendalaman pasar modal Indonesia. Salah satu kebijakan yang diambil adalah penyesuaian ketentuan batas harga minimum untuk Efek Bersifat Ekuitas dan DINFRA dari sebelumnya Rp 50 menjadi Rp 1, yang mulai berlaku pada 289 September. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan kualitas price discovery di pasar.
BEI juga memberlakukan pembaruan terkait Papan Pemantauan Khusus dengan mengubah beberapa kriteria yang berkaitan dengan fundamental perusahaan, seperti laporan keuangan dan pendapatan, sementara kriteria yang terkait dengan harga dan likuiditas dihilangkan.
Sejalan dengan itu, BEI memperkenalkan mekanisme perdagangan baru melalui penerapan Non-Cancellation Period dalam Full Call Auction, bertujuan untuk meningkatkan pembentukan harga yang lebih fair. Selain itu, transaksi Short Selling dan Intraday Short Selling (IDSS) mulai diterapkan pada 110 Oktober, dengan dua Anggota Bursa yang sudah memiliki lisensi Short Selling, yaitu PT Ajaib Sekuritas Asia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.
Meski IHSG mengalami penurunan, langkah-langkah kebijakan yang diambil diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor domestik dan asing.














