Media Kampung, Gunungkidul – Empat warga di Dusun Pelem, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, dinyatakan positif antraks setelah mengkonsumsi daging kambing yang sakit dan mati mendadak. Kesehatan mereka saat ini dilaporkan sudah pulih.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari tradisi lokal yang dikenal sebagai ‘brandu’, di mana warga membeli ternak yang mati untuk meringankan beban pemilik ternak. Setelah mengkonsumsi daging kambing tersebut, beberapa warga mengalami gejala yang mirip dengan infeksi antraks, seperti luka koreng di kulit.

“Kami menerima laporan tentang beberapa warga yang mengalami gejala tersebut dan melakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas),” kata Ismono. Dari tujuh orang yang diperiksa, empat di antaranya terkonfirmasi positif antraks melalui tes PCR.

Ismono menambahkan bahwa mereka yang terpapar telah mendapatkan perawatan dan kini dalam kondisi sehat. Selain itu, pihaknya juga melakukan penelusuran kontak terhadap 47 orang yang berisiko terpapar dari hewan atau produk hewan tersebut, memberikan profilaksis untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Pemantauan kesehatan terhadap kontak berisiko akan dilakukan selama 60 hari untuk memastikan tidak ada kasus baru yang muncul. “Saat ini sudah tidak ada kasus baru, berarti situasi sudah aman,” ungkapnya.

Pihak Dinas Kesehatan juga berupaya untuk menghentikan tradisi brandu sebagai langkah pencegahan. “Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lagi mengkonsumsi hewan yang mati mendadak,” pungkasnya.