Media KampungBupati Muaraenim Edison tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (10/6/2026) sekitar pukul 08.41 WIB untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ia datang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, masih mengenakan kemeja batik biru dan celana hitam yang sama saat diamankan penyidik KPK di Muaraenim sehari sebelumnya.

Edison ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sejak Minggu malam hingga Senin pagi (9/6/2026). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, terdiri dari lima unsur Pemerintah Kabupaten Muaraenim dan lima pihak swasta.

Lima orang dari lingkungan Pemkab Muaraenim yang diamankan adalah Edison, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berinisial AB, Asisten Bupati berinisial RK, ajudan Bupati berinisial AG, serta HD yang merupakan anggota keluarga Bupati. Sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga terkait dengan perkara yang diselidiki.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan OTT ini berkaitan dengan dugaan penerimaan suap oleh Bupati terkait pengadaan barang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muaraenim. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan dan mendalami peran masing-masing dalam kasus dugaan suap tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.