Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum tiga mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (4/6), Prabowo menyatakan kesedihannya atas kasus yang menimpa para pejabat yang mengawal program unggulannya tersebut.
Meski bersedih, Prabowo menegaskan tidak akan campur tangan dalam proses hukum yang berjalan. Ia bahkan membatasi komentarnya terkait kasus tersebut. Namun, ia mengungkapkan bahwa sebelum Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN, ditangkap, sudah ada laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, dan indikasi penyelewengan dari pimpinan. “Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” kata Prabowo dalam sambutannya, dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, dalam setiap organisasi, pengaruh pimpinan sangat besar. Pemimpin yang baik akan membawa organisasi yang baik, sedangkan pemimpin yang tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur akan merusak organisasi. Oleh karena itu, ia kemudian memanggil sejumlah aparat berwenang untuk mengaudit program negara tersebut, termasuk Kepala BPKP dan Kepala PPATK. “Tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara. Menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan bahwa BGN merupakan salah satu ujung tombak rencananya dalam memajukan bangsa. Ia mencontohkan banyak negara maju yang menggunakan program makan untuk anak sekolah guna mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik, dan meningkatkan kecerdasan generasi penerus. “Dan semua negara yang maju menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, untuk memperbaiki fisik dan kecerdasan generasi-generasi penerus,” ujarnya. Prabowo optimistis jika program ini berhasil, akan mendorong kemajuan besar bagi perekonomian Indonesia.
Sementara itu, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga eks pejabat BGN, yaitu Dadan Hindayana, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan program andalan pemerintah yang menyasar gizi anak-anak sekolah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan