Media Kampung – Kasus penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Marwah Catering kembali mengemuka dengan fakta mengejutkan. WO Marwah Catering tipu 58 pasangan, polisi imbau tak mudah percaya promo murah yang ditawarkan terutama melalui media sosial. Pasangan suami istri pemilik WO Marwah, RM dan ER, ditangkap atas dugaan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 2,6 miliar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari iklan promo paket pernikahan yang tersebar di Instagram. Para calon pengantin tertarik dengan harga yang jauh di bawah pasaran, lalu menghubungi WO Marwah melalui WhatsApp. Namun, kenyataannya, uang yang dibayarkan para korban tidak digunakan sesuai janji, melainkan diputar untuk menutupi biaya pernikahan klien sebelumnya. Pola ini dikenal sebagai modus ‘gali lubang tutup lubang’.
Lebih lanjut, AKBP Bayu menambahkan bahwa ER ternyata merupakan residivis kasus penipuan serupa yang pernah diproses hukum di Jawa Barat pada 2021. Bersama suaminya RM, keduanya berusaha menghindar dan berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya ditangkap di Kabupaten Bandung Barat pada 29 Mei 2026 lalu.
Polisi mencatat terdapat 58 pasangan calon pengantin yang menjadi korban dengan kerugian mencapai Rp 2,6 miliar. Dari jumlah tersebut, dua pasangan sudah melaksanakan pernikahan namun tidak mendapatkan fasilitas sesuai yang dijanjikan, sementara 56 pasangan lainnya gagal menggelar acara pernikahan mereka.
Dalam kasus ini, RM dan ER telah dijerat dengan Pasal 492 KUHP tentang penipuan dan Pasal 486 KUHP tentang penggelapan. Keduanya kini ditahan di Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa WO, terutama bila ditawarkan promo harga murah yang mencurigakan. Disarankan melakukan pengecekan lebih mendalam dan memastikan keabsahan penyelenggara pernikahan agar terhindar dari kasus serupa.
Pihak kepolisian juga membuka kemungkinan adanya korban lain di luar Jakarta Timur, termasuk dari wilayah Bekasi. Mereka siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum daerah lain untuk mengusut tuntas kasus ini.
Kasus WO Marwah Catering tipu 58 pasangan, polisi imbau tak mudah percaya promo murah ini menjadi peringatan penting bagi calon pengantin dan masyarakat luas agar tidak mudah tergiur dengan harga murah yang tidak realistis. Kepercayaan harus dibangun dengan transparansi dan profesionalisme agar momen penting pernikahan tidak ternodai oleh penipuan.
Dengan demikian, kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam memilih vendor pernikahan, serta perlunya kesadaran hukum agar setiap layanan jasa dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan