Media Kampung – Pasangan pengantin Aldi dan Feny di Bekasi menghadapi pengalaman pahit setelah pemilik wedding organizer (WO) Marwah Catering menghilang tanpa kabar usai berjanji mengganti kerugian mereka. Resepsi pernikahan yang sudah direncanakan matang berubah kacau lantaran hampir seluruh vendor gagal memenuhi kewajibannya, termasuk ketiadaan dekorasi dan katering yang seharusnya menjadi bagian dari paket layanan.

Kasus ini bermula ketika Feny tertarik menggunakan jasa Marwah Catering setelah melihat promosi paket pernikahan yang ditawarkan melalui Instagram. Setelah membayar uang muka, pasangan ini mengikuti berbagai proses persiapan seperti sesi test food dan fitting pakaian pengantin di kantor WO yang berada di kawasan Jakarta Garden City, Cakung. Seluruh pembayaran, yang mencapai total Rp85,5 juta, dilakukan secara bertahap hingga lunas pada awal April 2026, bahkan mereka sempat menambah jumlah tamu pada Mei 2026.

Namun kecurigaan mulai muncul saat technical meeting yang diadakan secara daring berlangsung sangat singkat dan tidak detail. Feny mengungkapkan, “Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1).” Ketidaksiapan ini menjadi awal dari beragam masalah yang muncul di hari pernikahan.

Ketika hari H tiba, banyak fasilitas yang dijanjikan tidak tersedia. Gedung ternyata belum lunas pembayarannya, dekorasi dan katering tidak hadir, dan vendor lain seperti make-up artist dan MC juga tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Akibatnya, Aldi dan Feny terpaksa membeli makanan sendiri secara mendadak agar tamu tetap mendapat suguhan di tengah kekacauan tersebut.

Aldi dan Feny mengaku mengalami kerugian materiil hingga Rp85 juta akibat tindakan WO Marwah yang diduga menipu dan kabur tanpa tanggung jawab. Pasangan ini sangat terpukul karena pernikahan yang harusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi pengalaman penuh stres dan ketidakpastian.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat memilih vendor pernikahan, terutama yang diperoleh melalui media sosial. Penampilan profesional di laman Instagram dan paket murah ternyata belum tentu menjamin layanan yang memuaskan dan dapat dipercaya.

Hingga saat ini, pemilik Marwah Catering belum dapat dihubungi dan tidak memberikan kejelasan mengenai penggantian kerugian yang dijanjikan. Aldi dan Feny berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi calon pengantin lain agar lebih berhati-hati dalam memilih WO serta mendorong pihak berwenang untuk menindaklanjuti dugaan penipuan ini.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam industri penyelenggaraan pernikahan agar tidak merusak momen berharga bagi pasangan pengantin. Aldi dan Feny kini tengah mengumpulkan bukti dan berupaya melaporkan kasus ini ke instansi terkait untuk mendapatkan keadilan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.