Media Kampung – Tumpukan sampah liar di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Sampah rumah tangga bercampur limbah lainnya menutupi aliran kali dan sebagian badan jalan, bahkan merambah area persawahan. Kondisi ini terpantau pada Selasa (30/6/2026) di dua lokasi berbeda.

Di lokasi pertama, sampah menumpuk di tepi jalan yang berbatasan langsung dengan kali. Tumpukan itu menghalangi aliran air sehingga kali tampak tidak bisa mengalir lancar. Berbagai jenis sampah terlihat tanpa pemilahan, mulai dari sisa dapur, plastik, popok bekas, bantal, kain, rambut, hingga bekas alat kontrasepsi. Bahkan, ditemukan satu bungkus besar kerupuk yang masih tersusun rapi dalam kemasan kecil, diduga dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.

Lokasi kedua berada di sisi jalan yang berbatasan dengan hamparan sawah. Pemandangan hijau persawahan kontras dengan gunungan sampah di tepi jalan. Sebagian sampah sudah merambat hingga seperempat lebar jalan, memaksa pengendara menghindar ke sisi lain saat melintas. Di beberapa titik juga terlihat bekas pembakaran sampah, meninggalkan abu dan sisa hitam.

Sutarni (63), pemilik toko bunga di sekitar lokasi, mengatakan tumpukan sampah liar mulai muncul sekitar tiga tahun terakhir. Saat ia mulai berjualan empat tahun lalu, lokasi tersebut masih bersih. Ia menduga kebiasaan membuang sampah sembarangan terjadi karena tidak semua warga memiliki layanan pengangkutan sampah. Warga perumahan biasanya membayar iuran kebersihan bulanan, tetapi sebagian masyarakat tidak mendapatkan layanan serupa atau terkendala biaya.

“Kalau orang perumahan kan sudah wajib ya setiap bulan bayar sampah dan keamanan. Mungkin yang tidak ditarik atau kurang mampu, untuk makan saja bersyukur, jadi mungkin dibuang begitu saja,” ujar Sutarni.

Ia juga menyebut pelaku pembuangan sampah diduga berasal dari pedagang dan warga sekitar yang enggan membayar iuran. Sutarni berharap pemerintah menyediakan tempat pembuangan sementara yang memadai agar sampah bisa langsung diangkut truk sebelum menumpuk. “Sarannya, ya mohon perhatikan untuk masyarakat kecil, dikasih tempat untuk seperti bak sampah yang bisa langsung penuh diangkut pakai truk,” katanya.

Keberadaan sampah ini mengganggu aktivitas warga, namun menegur pelaku bukan perkara mudah karena mereka sering datang saat jalan sepi. Persoalan sampah di Babelan tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga berpotensi menghambat drainase dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.