Media Kampung, PT Indointernet Tbk (Indonet) resmi mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga yang menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan industri dan pusat data di Bekasi hingga Karawang. Jalur baru ini membentang lebih dari 80 kilometer dengan kapasitas 2.576 core fiber, menjadikan total jaringan Indonet mencapai sekitar 850 kilometer atau meningkat 141 persen dibandingkan sebelum 2024.

Presiden Direktur Indonet, Donauly Situmorang, menyatakan bahwa infrastruktur digital yang kuat menjadi fondasi mutlak di tengah tren teknologi modern. “Investasi pada data center, cloud, dan AI hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya,” ujarnya.

Berbeda dengan jaringan kabel udara yang rentan gangguan, Indonet memilih jalur bawah tanah dengan kedalaman 1,5 hingga 2 meter. Direktur Operasional Indonet, Agus Ariyanto, menjelaskan bahwa pilihan ini memberikan perlindungan lebih baik terhadap cuaca ekstrem dan aktivitas konstruksi, sehingga konektivitas lebih stabil dan redundansi jaringan terjaga.

Penguatan jaringan ini mendukung pengembangan CGK Campus di Bekasi, kompleks data center berkapasitas 500 MW yang digarap Digital Edge Indonesia. Kolaborasi antara Indonet dan Digital Edge diharapkan menciptakan ekosistem infrastruktur digital terintegrasi, mempercepat adopsi AI, cloud, dan perluasan ekonomi digital nasional.

Langkah ekspansi ini juga merespons pertumbuhan pasar data center Indonesia yang diproyeksikan meningkat dari USD 1,83 miliar pada 2026 menjadi USD 3,48 miliar pada 2031, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 13,71 persen (Globe Newswire). Direktur Sales Marketing Indonet, Yudie Haryanto, menekankan pentingnya kualitas interkoneksi untuk menjaga performa aplikasi, kontinuitas layanan, dan pertukaran data berlatensi rendah.