Media Kampung, Fitur Windows yang selama ini dikeluhkan pengguna karena dianggap melanggar privasi, yakni Global Device Identifier (GDID), justru berhasil digunakan aparat penegak hukum untuk menangkap anggota kelompok peretas. Kasus ini menunjukkan sisi lain dari pengumpulan data telemetri yang kontroversial.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan penangkapan Peter Stokes, 19 tahun, yang diduga sebagai anggota kelompok peretas Scattered Spider. Kelompok ini dilaporkan bertanggung jawab atas 100 peretasan jaringan dan pemerasan dengan total tebusan lebih dari 100 juta dolar AS. Stokes ditangkap di bandara saat membawa dua hard drive yang berisi bukti keterlibatannya.
Menurut dokumen pengadilan setebal 39 halaman, jejak digital yang ditinggalkan oleh GDID pada perangkat Windows menjadi kunci utama dalam mengidentifikasi Stokes. Meskipun ia menggunakan VPN dan layanan tunneling untuk menyembunyikan lalu lintas internetnya, data GDID tetap mencatat informasi perangkat yang digunakannya. Berdasarkan perintah pengadilan, Microsoft menyerahkan data tersebut kepada penyidik.
Kronologi peretasan bermula pada Mei tahun lalu, ketika Scattered Spider menghubungi meja bantuan TI sebuah toko perhiasan dengan menyamar sebagai karyawan. Mereka berhasil membujuk petugas untuk memberikan detail pengaturan ulang kata sandi, yang kemudian digunakan untuk mengakses tiga akun. Kelompok itu meminta tebusan 8 juta dolar AS, namun tidak dibayar. Meski demikian, insiden tersebut dilaporkan merugikan merek perhiasan itu sebesar 2 juta dolar AS.
Selain bukti digital, Stokes juga memamerkan kekayaannya melalui unggahan foto hotel mewah di Snapchat. Hal ini turut memperkuat bukti di pengadilan.
Meskipun penangkapan ini disambut baik, kasus ini kembali memicu kekhawatiran tentang privasi pengguna Windows. Proton, penyedia layanan email, drive, dan VPN yang berfokus pada privasi, menyebut GDID sebagai bentuk mata-mata. Dalam pernyataannya, Proton menilai bahwa meskipun sistem berjalan sebagaimana mestinya dalam kasus ini, GDID tetap menimbulkan pertanyaan serius tentang persetujuan pengguna dan kepemilikan data pada perangkat yang dibeli.
Proton menyoroti bahwa pengguna tidak secara eksplisit memberikan persetujuan terhadap GDID. Dalam seluruh dokumentasi online Microsoft yang ekstensif, GlobalDeviceId hanya disebutkan satu kali dalam dokumen teknis yang sangat tidak dikenal. Proton menyarankan pengguna yang ingin menghindari GDID untuk beralih ke Linux.





















Tinggalkan Balasan