Media Kampung, California — Geng kriminal Lawrence Bishnoi disebut menggunakan aplikasi pesan terenkripsi seperti WhatsApp dan Signal untuk menjalankan pemerasan lintas negara. Berdasarkan dakwaan pengadilan federal California, para anggota geng menghubungi korban di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris melalui aplikasi tersebut, mengancam akan membunuh mereka atau anggota keluarga jika tidak membayar.

Dakwaan yang diajukan pada 1 Juli 2026 itu mengungkapkan bahwa para pelaku terlebih dahulu mengumpulkan informasi tentang target, termasuk rutinitas harian dan data keluarga, khususnya yang berada di India. Mereka kemudian mengirim pesan teks, panggilan suara, dan catatan suara melalui WhatsApp dan Signal. Salah satu ancaman yang dikutip dalam dokumen pengadilan berbunyi: “Jika kamu tidak memberiku uang, aku akan membunuhmu.” Ketika korban menolak, tuntutan berlipat menjadi 400.000 dolar AS dengan tenggat 48 jam.

Investigasi tidak menemukan bukti bahwa enkripsi WhatsApp atau Signal berhasil ditembus. Informasi diperoleh dari informan rahasia dan agen bawah tanah yang menerima dan merekam pesan-pesan tersebut. Lawrence Bishnoi, yang disebut sebagai otak operasi, telah ditahan di Penjara Sabarmati, Gujarat, sejak 2023. Ia belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan ini.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana aplikasi pesan sehari-hari dapat disalahgunakan untuk kejahatan terorganisir tanpa perlu meretas sistem keamanan.