Media Kampung – Perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada 17 Juni 2026 telah membawa dampak positif bagi industri penerbangan di kawasan Teluk. Setelah konflik bersenjata yang berlangsung hampir empat bulan, maskapai-maskapai utama seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways mulai memulihkan operasional mereka secara signifikan.

Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa jumlah penerbangan maskapai utama di kawasan Teluk kini telah mencapai 82 persen dari tingkat sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari 2026. Gulf Air dan Kuwait Airways bahkan telah mencatat volume penerbangan yang melampaui level sebelum konflik dalam beberapa hari terakhir.

Emirates, yang mempertahankan operasionalnya sepanjang konflik, mencatat tingkat pemulihan yang lebih tinggi dengan volume penerbangan mencapai 86 persen dari level pra-perang. CEO Emirates, Tim Clark, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus meyakinkan para pelancong mengenai aspek keselamatan dan keandalan layanan.

Sementara itu, Etihad Airways dan Qatar Airways yang sebulan lalu hanya mampu menjalankan 40-50 persen dari kapasitas normalnya, kini telah pulih hingga mendekati 90 persen. Managing Partner Aviation Strategy, James Halstead, mengatakan pembukaan kembali wilayah udara di kawasan tersebut akan memungkinkan maskapai-maskapai regional memulihkan operasional secara penuh.

Pemulihan ini tidak terlepas dari meredanya ketegangan di Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi titik kritis konflik. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) telah menurunkan status ancaman maritim dari level kritis menjadi moderat, meskipun masih ada peringatan mengenai potensi ranjau laut selama proses pembersihan.

Meskipun demikian, para analis mengingatkan bahwa normalisasi lalu lintas pelayaran dan penerbangan akan berlangsung secara bertahap. Antrean kapal di Selat Hormuz diperkirakan memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk terurai sepenuhnya. Namun, optimisme tetap tinggi seiring dengan prospek pemulihan ekonomi kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.