Media Kampung – Garda Revolusi Iran mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer penting Amerika Serikat di Bahrain pada Minggu, 28 Juni 2026. Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS yang menargetkan tempat penyimpanan rudal dan drone di selatan Iran sehari sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Islam Iran menyebut fasilitas yang hancur berada di Pangkalan Ali al-Salem dan Pangkalan Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman, Bahrain. Mereka juga mengancam akan memberikan balasan yang lebih luas jika AS terus melakukan agresi.
Sebelumnya, Komando AS untuk Timur Tengah (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyerang tempat penyimpanan rudal dan drone di selatan Iran pada Sabtu (27 Juni). Serangan tersebut disebut sebagai respons atas serangan drone Iran terhadap kapal tanker berbendera Panama bernama Kiku yang membawa sekitar dua juta ton minyak mentah. AS juga menyebut ini adalah serangan kedua Iran setelah sebelumnya menyerang kapal Ever Lovely pada Jumat (26 Juni).
Sejumlah media lokal Iran membenarkan serangan AS di beberapa lokasi, seperti Sirik dan Qeshm di selatan Iran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS mengenai klaim Iran tersebut. Situasi di kawasan Teluk masih memanas dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan