Media Kampung – Pemain belakang Timnas Iran, Ramin Rezaeian, menyampaikan permintaan maaf secara emosional kepada rakyat Iran setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan Mesir dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026). Rezaeian yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pertandingan itu tidak dapat menahan tangis saat berbicara kepada media seusai laga.
“Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya tidak tahu mengapa kami sering mengalami nasib buruk—satu, dua, tiga, empat, lima kali. Saya tidak tahu apa yang telah dilakukan rakyat kami sehingga harus mengalami ini,” ujar Rezaeian dalam wawancara yang disiarkan Fars News Agency. “Saya berharap kami masih bisa lolos agar mereka merasa lebih baik. Mereka pantas mendapatkan lebih dari ini. Kami berjuang sekuat tenaga. Tidak masalah jika kami mati malam ini. Kami hanya ingin membuat rakyat kami bahagia.”
Rezaeian menjadi pahlawan Iran setelah mencetak gol penyeimbang pada menit ke-14 melalui tendangan dari sudut sempit, membalas gol cepat Mahmoud Saber yang tercipta pada menit kelima. Gol tersebut merupakan hasil eksekusi cepat memanfaatkan bola liar di depan gawang Mesir. Meski tampil impresif, Iran gagal meraih kemenangan setelah penalti Mehdi Taremi pada awal pertandingan berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Hasil imbang ini membuat Iran finis di peringkat ketiga Grup G dengan tiga poin hasil tiga kali seri. Belgia dan Mesir melaju ke babak 32 besar, sementara Iran masih memiliki harapan tipis untuk lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Syaratnya, Iran membutuhkan salah satu dari tiga hasil berikut: kemenangan Aljazair atau Austria di pertandingan mereka, Ghana mengalahkan Kroasia, atau Republik Demokratik Kongo gagal mengalahkan Uzbekistan.
Laga ini juga menjadi sorotan karena berlangsung bersamaan dengan perayaan Pride Weekend di Seattle. Sejumlah penggemar membawa bendera pelangi dan bendera Palestina di tribun, sementara kapten Iran Mehdi Taremi menyatakan bahwa timnya menghormati komunitas LGBT meski agama Islam tidak menerima homoseksualitas. “Kami di sini untuk bermain sepak bola, kami menghormati mereka,” kata Taremi.
Rezaeian menutup pernyataannya dengan pesan menyentuh: “Kami telah berjuang selama berbulan-bulan. Kami tidak pernah meminta imbalan apa pun. Setiap pemain ini terhormat. Kami bermain untuk cinta rakyat kami. Rakyat Iran, kami sangat mencintai kalian. Maafkan kami, hanya itu yang bisa saya katakan.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan