Media Kampung – Mimpi Selandia Baru (All Whites) di Piala Dunia 2026 berakhir setelah mereka menelan kekalahan telak 5-1 dari Belgia di Vancouver pada pertandingan terakhir babak grup. Hasil ini memastikan Selandia Baru tersingkir dari turnamen setelah hanya meraih hasil imbang dan kalah.

Kapten All Whites, Chris Wood, mengakui timnya telah berusaha maksimal namun belum mampu bersaing di level tertinggi sepanjang 90 menit. “Kami menunjukkan bahwa kami bisa bersaing di panggung dunia. Sekarang saatnya naik ke level yang lebih baik dan mengeksekusinya selama 90 menit penuh untuk memenangkan pertandingan di level tertinggi,” ujar Wood usai pertandingan.

Wood juga menyoroti kegagalan mempertahankan keunggulan, terutama saat melawan Iran, yang menjadi titik balik bagi timnya. “Kami kehilangan keunggulan tiga kali, dan itu akan terus menghantui kami,” tambahnya.

Mantan pemain dan pelatih All Whites, Ricki Herbert, menilai tim Selandia Baru kurang memiliki urgensi dan determinasi untuk bisa unggul. Menurutnya, banyak pihak di Selandia Baru berharap tim bisa meraih hasil positif dan lolos ke babak selanjutnya.

Di sisi lain, Belgia tampil dominan dengan memanfaatkan kelemahan pertahanan Selandia Baru. Gol-gol Belgia tercipta dari serangan cepat dan penyelesaian akhir yang klinis, membuat All Whites kesulitan mengejar ketertinggalan.

Dengan tersingkirnya Selandia Baru, Belgia melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim kuat. Sementara itu, Chris Wood mengisyaratkan akan tetap membela tim nasional untuk Piala Dunia mendatang meski usianya akan bertambah. “Empat tahun adalah waktu yang panjang, tapi saya ingin terus bersama tim,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.