Media Kampung – Pos Bloc Surabaya, kawasan heritage di pusat Kota Pahlawan, kini menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Di dalam bangunan bekas Kantor Pos Besar Surabaya yang telah direvitalisasi, hadir restoran 10 Regentstraat yang memadukan cita rasa Nusantara dan Belanda. Pengunjung tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga diajak menelusuri jejak sejarah melalui arsitektur bangunan cagar budaya tipe A yang masih dipertahankan.

Konsep Restoran 10 Regentstraat

Menempati bangunan bersejarah, restoran ini mengusung konsep perjalanan sejarah. Langit-langit tinggi, jendela besar, dan dinding bata tua menjadi saksi bisu perpaduan budaya yang tertuang dalam setiap menu. Chief Business Development Hospitality Officer PT Pos Properti Indonesia, Endro Tjahjono, menjelaskan bahwa restoran ini dirancang sebagai anchor tenant untuk menghidupkan ekosistem Pos Bloc Surabaya.

“Konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga menghadirkan perjalanan sejarah melalui setiap sudut ruangan dan setiap hidangan yang disajikan,” ujar Endro.

Menu yang Mencerminkan Sejarah

Di atas meja, pengunjung dapat menemukan beragam hidangan yang merepresentasikan pertemuan budaya. Mulai dari bitterballen, camilan khas era kolonial Belanda, klappertaart dengan karamel bergaya Eropa, karedok khas Sunda, hingga Limun Cap Badak yang legendaris. Semua menu dipadukan dengan hidangan Nusantara lainnya, menciptakan pengalaman kuliner yang kaya rasa dan sarat cerita.

Daya Tarik Wisata Sejarah

Direktur 10 Regentstraat, Steffiani Setyadji, mengungkapkan bahwa restoran ini mulai ramai dikunjungi wisatawan, terutama rombongan tur Kota Lama Surabaya. “Banyak rombongan tur Kota Lama Surabaya menjadikan tempat ini sebagai salah satu titik persinggahan untuk menikmati makanan sekaligus mengenal sejarah bangunan yang telah direvitalisasi,” kata Steffiani. Foto-foto lawas, ornamen klasik, dan informasi sejarah terpasang di berbagai sudut restoran, membuat pengalaman bersantap semakin bermakna.

Pengembangan Kawasan Pos Bloc Surabaya

Pos Bloc Surabaya tidak hanya berhenti pada sektor kuliner. Kawasan seluas sekitar 1,2 hektare ini dipersiapkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang memadukan seni, komunitas, pertunjukan, dan ruang bagi UMKM. Ke depan, akan dibangun hanggar pertunjukan berkapasitas 1.500 orang, area kreatif, serta program edukasi sejarah secara bertahap.

Dukungan Pemerintah Kota

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menilai kehadiran restoran di bangunan heritage menjadi cara menarik untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda. “Suasana akan semakin hidup apabila dipadukan dengan musik klasik, dokumentasi sejarah, serta narasi perjalanan Kota Surabaya yang dapat dinikmati pengunjung,” ungkap Eri. Menurutnya, bangunan bersejarah tidak harus hanya dikenang, tetapi bisa menjadi destinasi yang hidup berkat perpaduan sejarah, kuliner, seni, dan aktivitas kreatif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.