Media Kampung – Vape atau rokok elektrik kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa tidak ada produk tembakau yang aman, termasuk rokok elektronik. Vape mengandung nikotin dan aerosol yang membawa partikel serta bahan kimia berbahaya.

Dampak Vape pada Pembuluh Darah

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Erta, Sp.JP dari Klinik Kiera menjelaskan bahwa vape bukan sekadar uap air. Banyak orang menganggap vape hanya uap beraroma yang ringan, padahal pembuluh darah bereaksi terhadap zat yang masuk ke tubuh, bukan dari wanginya.

Baca juga:

Nikotin Meningkatkan Denyut Jantung dan Tekanan Darah

Nikotin dalam vape dapat membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat sementara. Tubuh masuk ke mode siaga meskipun Anda sedang duduk santai sambil mengepulkan vape rasa buah. Pembuluh darah menyempit, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Jika terjadi berulang, beban pada sistem kardiovaskular bertambah.

Gangguan pada Endotel

Lapisan dalam pembuluh darah atau endotel dapat terganggu. Endotel berfungsi membantu pembuluh darah melebar, menjaga aliran darah, dan mengatur keseimbangan pembekuan darah. Jika lapisan ini terganggu, maka fungsi pengaturan pembuluh darah menurun.

Baca juga:

Stres Oksidatif dan Peradangan

Paparan aerosol vape memicu stres oksidatif dan peradangan, dua proses yang berperan dalam kerusakan pembuluh darah. Efeknya tidak selalu langsung terasa, sehingga tidak merasa sesak bukan berarti pembuluh darah baik-baik saja.

Dual Use: Lebih Berbahaya

WHO menyebut rokok elektronik berkaitan dengan dampak kardiovaskular yang merugikan. Memakai vape sambil tetap merokok (dual use) bukan jalan tengah yang aman. Tubuh tidak memberikan diskon risiko hanya karena sumber nikotin bergantian; risikonya justru meningkat.

Baca juga:

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah vaping muncul gejala seperti dada sesak, pusing berat, jantung berdebar lama, atau hampir pingsan, jangan dianggap hanya efek nikotin biasa. Segera periksa ke dokter.

Cara Berhenti Vape

Untuk berhenti, tentukan tanggal, kenali pemicu, singkirkan perangkat, dan minta bantuan tenaga kesehatan. Terapi ketergantungan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bukan sekadar mengikuti saran teman. Jangan berhenti merokok dengan keyakinan bahwa vape pasti aman. Jika tujuan Anda melindungi jantung, arah terbaik adalah bebas rokok dan bebas vape.