Media Kampung – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Konsultasi Bilateral Indonesia-Rusia di bidang kemaritiman di Moskow pada Senin, 16 Juni 2026. Pertemuan dengan Penasihat Presiden Federasi Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Nikolai Patrushev ini merupakan kelanjutan dialog yang diinisiasi November 2025 di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor perkapalan, konektivitas maritim, logistik, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. AHY menegaskan hubungan Indonesia-Rusia semakin strategis setelah peluncuran Deklarasi Kemitraan Strategis oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Juni 2025.

AHY menyebutkan bahwa sebagai negara kepulauan dengan 17.380 pulau, Indonesia membutuhkan sistem konektivitas terintegrasi. Pengalaman Rusia di bidang transportasi, infrastruktur, logistik, dan teknologi maritim dinilai potensial mendukung agenda pembangunan nasional. Ia menekankan perlunya keseimbangan dan kolaborasi antarmoda untuk menekan biaya logistik nasional.

Kedua negara membahas prioritas kerja sama, antara lain peningkatan kapasitas angkutan laut, kerja sama ilmiah-teknis kemaritiman, pembangunan pelabuhan berkelanjutan, pengembangan industri galangan kapal, pendidikan dan pelatihan SDM maritim, serta pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan. AHY menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan sebagai negara maritim besar dengan peluang kemitraan jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat membentuk tiga kelompok kerja strategis:

  • Kelompok kerja pertama: pengembangan industri galangan kapal dan pelabuhan berkelanjutan.
  • Kelompok kerja kedua: pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan.
  • Kelompok kerja ketiga: pengembangan SDM, riset, dan pelatihan.

AHY menjelaskan bahwa pembentukan kelompok kerja ini memastikan agenda kerja sama berjalan terarah, terukur, dan memberi manfaat nyata bagi kedua negara. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk melangkah maju bersama Rusia menuju masa depan maritim yang lebih kuat, hijau, dan sejahtera.

Beberapa perkembangan konkret hasil tindak lanjut konsultasi sebelumnya juga diungkapkan. PT PAL Indonesia dan Rosatom telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada April 2026 terkait Floating Nuclear Power Plant (FNPP) dan akan menyusun nota kesepahaman. Pembahasan kerja sama pembangunan kapal antara PT PAL dan Ak Bars Shipbuilding Corporation terus berjalan. PT Pelindo menindaklanjuti kerja sama dengan CIFREX untuk pengembangan kapal berkecepatan tinggi. Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Luar Negeri mengoordinasikan rencana pengiriman tenaga terampil sektor galangan kapal ke Rusia.

AHY menegaskan bahwa kerja sama maritim Indonesia-Rusia telah bergerak menuju implementasi nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Ia berharap kerja sama ini memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Selama di Rusia, AHY juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose A.M. Tavares, jajaran KBRI Moskow, dan perwakilan diaspora Indonesia pada Minggu, 15 Maret 2026. AHY mengapresiasi dukungan KBRI Moskow dalam memfasilitasi agenda kerja sama bilateral. Di hadapan diaspora, ia memaparkan program strategis nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, seperti pembangunan Giant Sea Wall, rehabilitasi pasca-bencana, program 3 juta rumah, pengembangan jaringan perkeretaapian, dan kebijakan Zero ODOL.

AHY menilai diaspora Indonesia di Rusia memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan nasional, terutama dalam transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, dan diplomasi teknologi. Pemerintah mendorong diaspora berkontribusi memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran produk Indonesia di Rusia, seperti produk perikanan, kopi, rempah, dan produk maritim. AHY juga mendorong pemetaan dan konsolidasi diaspora secara lebih terstruktur berdasarkan bidang keahlian.

Menutup pertemuan, AHY menegaskan bahwa hubungan Indonesia dengan diaspora harus terus diperkuat sebagai kemitraan jangka panjang yang saling mendukung, bukan sekadar ajang silaturahmi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.