Media Kampung – Militer Rusia melancarkan serangan terhadap perusahaan Rapid yang berbasis di Kiev, Ukraina, sebagai bagian dari upaya mengurangi kemampuan Ukraina dalam melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) jarak jauh. Serangan ini dikonfirmasi oleh perusahaan pengembang detektor drone “Shadow” dalam pernyataannya kepada TASS, Sabtu (20/7).
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya pada 16 Juli melaporkan bahwa pasukannya telah menghantam perusahaan Rapid yang terlibat dalam perakitan drone Ukraina. Menurut pernyataan perusahaan tersebut, di lokasi Rapid ditemukan bukti perakitan pesawat nirawak sayap tetap seperti Lyuty dan Leleka. Selain itu, pabrik tersebut diduga menyimpan komponen dan drone siap pakai yang kemudian dipasok ke unit tentara Ukraina.
“Serangan terhadap fasilitas semacam ini memainkan peran penting dan dimaksudkan untuk secara konsisten mengurangi potensi musuh dalam merakit, menyimpan, dan menggunakan drone jarak jauh,” demikian bunyi pernyataan perusahaan tersebut.
Kasus perusahaan Rapid disebut sebagai salah satu contoh yang menunjukkan keterlibatan fasilitas sipil dalam produksi militer di Ukraina. Ketika pasukan Rusia menyerang target-target tersebut, pihak lawan berusaha menggambarkannya sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil.
“Situasi serupa sebelumnya dibahas setelah serangan Rusia di Dovzhenko Film Studios, di mana ditemukan elemen dan sayap drone FP-1 seperti yang dilaporkan beberapa media,” tambah perusahaan itu.
Sebagian besar teknologi dan komponen drone dipasok dari Barat dan dirakit di Ukraina. Penghancuran bengkel perakitan dan lokasi logistik mengganggu rantai produksi dan mengurangi jumlah drone siap pakai serta penggunaannya dalam pertempuran.















Tinggalkan Balasan