Media Kampung – Everton menghadapi krisis serius dalam jendela transfer musim panas 2026 setelah kegagalan mendatangkan striker baru dan keterlambatan pengembalian Jack Grealish, yang berdampak pada susunan skuad dan harapan fans.

Kembalinya Jack Grealish ke Everton dari Manchester City pada menit-menit akhir jendela transfer sempat memberikan secercah harapan bagi para pendukung klub. Grealish, yang sebelumnya menjalani masa peminjaman di Everton pada musim 2025-26, mengungkapkan rasa cintanya terhadap klub dan suporter. Namun, proses transfer yang tertunda hingga hampir penutupan jendela transfer membuat manajemen Everton kehilangan fokus pada perekrutan striker baru yang sangat dibutuhkan.

Baca juga:

Everton sebelumnya hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mendatangkan Folarin Balogun, striker asal Amerika Serikat dari AS Monaco, dengan harga awal £40 juta. Namun, setelah menjalani pemeriksaan medis di Finch Farm, Balogun membatalkan proses transfer akibat masalah yang ditemukan dan memilih untuk mundur dari kesepakatan, meninggalkan Everton tanpa tambahan striker baru. Hal ini memperparah situasi karena Everton hanya memiliki satu striker senior, Thierno Barry, yang mencetak delapan gol dalam 41 pertandingan musim lalu dan dianggap belum siap menjadi penyerang utama Premier League.

Gagalnya transfer Balogun dan keterlambatan pengembalian Grealish menimbulkan kritik tajam terhadap manajemen klub, termasuk CEO Angus Kinnear, yang sebelumnya menargetkan peningkatan performa dan kedalaman skuad untuk menantang posisi Eropa. Kekecewaan fans semakin menjadi karena skuad Everton kini lebih kecil dari awal musim dan kurangnya pemain berkualitas di posisi penyerang, terutama setelah penjualan Beto ke Fiorentina.

Baca juga:

Situasi ini juga memicu ketidakpuasan dari kelompok suporter seperti Fans’ Forum dan Fan Advisory Board yang menuntut pertanggungjawaban dari manajemen. Bahkan kelompok relawan 1878s yang selama ini aktif mendukung klub memutuskan mundur karena merasa ambisi klub tidak sejalan dengan keinginan pendukung.

Kondisi ini menempatkan David Moyes dalam posisi sulit, dengan skuad yang terbatas dan hanya satu striker senior untuk menghadapi kompetisi sepanjang musim. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi transfer Everton dan kesiapan mereka untuk bersaing di Premier League musim ini.

Baca juga:

Everton harus segera mencari solusi untuk memperkuat lini depan dan memperbaiki manajemen transfer agar bisa memenuhi ekspektasi fans dan menjaga posisi di liga. Kegagalan transfer ini menjadi pelajaran penting bagi klub untuk menghindari kekacauan serupa di masa mendatang.