Media Kampung – Biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp 88,15 triliun, naik 17,53 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 75 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6). Angka itu mencakup 63,13 juta penerima yang tersebar di 29.679 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari total penerima, 48,9 juta adalah siswa dan 14,3 juta lainnya merupakan non-siswa, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Meski realisasi meningkat, Purbaya memberi sinyal akan ada penghematan anggaran program MBG lanjutan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Guna memastikan dana program MBG bisa dikelola dengan lebih efisien,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah memangkas pagu MBG dalam APBN 2026 dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus memastikan program tetap berjalan optimal. Kenaikan anggaran Mei sebesar Rp 13,15 triliun dibanding bulan sebelumnya menunjukkan tantangan besar dalam menjaga efisiensi.
Besarnya biaya MBG juga kembali menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, bersama dua wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG. Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan gizi masyarakat dan keterbatasan fiskal negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan