Media Kampung – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim pengembangan family office di Pusat Keuangan Internasional (IFC) Bali berpotensi menarik dana masuk hingga ratusan miliar dolar AS atau setara Rp 8.950 triliun ke Indonesia. Klaim ini disampaikan Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).
Luhut menyebut arahan Presiden Prabowo mengenai pengembangan family office akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada Juli 2026 di Bali. Ia berharap potensi dana tersebut bisa direalisasikan melalui skema family office yang tengah digodok pemerintah.
Rencana pembentukan family office pertama kali diusulkan Luhut pada Mei 2024 saat masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Saat itu, pemerintah memproyeksikan investasi dari family office bisa mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp 8.151,95 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Angka tersebut setara dengan 5 persen dari total dana kelolaan family office global yang mencapai US$11,7 triliun.
Luhut mencontohkan Singapura yang telah memiliki 1.500 family office, sehingga Indonesia bisa menjadikannya sebagai rujukan. Ia menekankan pentingnya menjaga sentimen positif investor global melalui pemberitaan yang baik agar potensi dana tersebut benar-benar masuk ke Indonesia.
Presiden Prabowo disebut telah menyetujui pembentukan family office dan aturan hukum terkait akan segera disahkan oleh DPR RI. Family office merupakan perusahaan swasta yang mengelola investasi dan kekayaan untuk keluarga kaya, mencakup manajemen properti, perjalanan, hingga aktivitas keuangan lainnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan