Media Kampung – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel untuk periode Juni 2026 sebesar Rp14.643 per liter. Angka tersebut belum termasuk ongkos angkut dan mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. Penetapan ini merupakan bagian dari implementasi Program Mandatori Biodiesel yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan.

Dalam surat resmi yang ditandatangani Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, disebutkan bahwa nilai konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel ditetapkan sebesar 85 dolar AS per metrik ton. Besaran HIP Biodiesel Juni 2026 dihitung berdasarkan rata-rata harga CPO yang terbentuk dalam periode 25 April hingga 24 Mei 2026, ditambah faktor konversi serta komponen ongkos angkut sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan lampiran perhitungan yang diterbitkan Ditjen EBTKE, rata-rata harga CPO di pasar KPB selama periode tersebut tercatat sebesar Rp15.348 per kilogram. Nilai tersebut menjadi dasar utama dalam formula penetapan HIP Biodiesel bulan Juni 2026. Selain itu, perhitungan juga menggunakan referensi rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 April hingga 24 Mei 2026 yang berada pada level Rp17.444 per dolar AS. Faktor kurs tersebut turut mempengaruhi nilai konversi CPO menjadi biodiesel dalam formula yang digunakan pemerintah.

Penetapan HIP Biodiesel menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan implementasi program mandatori biodiesel nasional. Program ini selama ini menjadi pilar utama pengembangan energi baru terbarukan berbasis kelapa sawit di Indonesia. Kebijakan tersebut juga berperan dalam mendukung penyerapan produksi minyak sawit domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Dengan berlakunya HIP Biodiesel sebesar Rp14.643 per liter ditambah ongkos angkut, para pelaku industri biofuel diharapkan dapat terus menjaga pasokan biodiesel untuk memenuhi kebutuhan program pencampuran biodiesel nasional yang terus diperluas oleh pemerintah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.