Media Kampung – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami withdraw dengan penawaran harga tertinggi Rp 15.768 per kilogram pada Jumat, 24 Juli 2026. Angka ini turun sebesar Rp 32 per kilogram atau sekitar 0,20 persen dibandingkan harga pada Kamis, 23 Juli 2026, yang mencapai Rp 15.800 per kilogram.

Detail Harga CPO KPBN

Berdasarkan informasi dari InfoSAWIT, harga CPO Franco Dumai dibuka pada Rp 15.900 per kilogram, namun terjadi withdraw dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 15.768 per kilogram. Sementara itu, harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka pada Rp 15.770 per kilogram, dengan penawaran tertinggi Rp 15.620 per kilogram setelah withdraw. Harga lain yang tercatat antara lain FOB Palembang Rp 15.750 per kilogram dan Loco PKS Parindu Rp 15.550 per kilogram, semuanya dengan status withdraw.

Baca juga:

Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat

Di sisi lain, kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Harga kontrak acuan untuk pengiriman Oktober 2026 naik sebesar RM 41 per ton atau sekitar 0,87 persen menjadi RM 4.751 per ton. Kenaikan ini menandai tren positif selama tiga pekan berturut-turut dengan kenaikan mingguan mencapai 3,35 persen.

Kenaikan harga CPO di Bursa Malaysia didorong oleh beberapa faktor, termasuk reli harga energi dunia, penguatan kontrak minyak sawit di Bursa Dalian, serta prospek pasokan ekspor Indonesia yang diperkirakan lebih ketat menyusul implementasi mandatori biodiesel B50.

Baca juga:

Pergerakan Harga Minyak Nabati Lainnya

Selain CPO, harga kontrak minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange juga mengalami penguatan sebesar 0,88 persen, sedangkan harga kontrak minyak sawit naik 1,33 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) sedikit terkoreksi sekitar 0,23 persen.

Daftar Tender Harga KPBN pada Jumat (24/7/2026)

  • CPO Franco Dumai: Rp 15.900 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.768
  • CPO Franco Teluk Bayur: Rp 15.770 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.620
  • FOB Palembang: Rp 15.750 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.600
  • SAP Loco PKS Parindu: Rp 15.550 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.272
  • EUP Lock PKS Ngabang: Rp 15.550 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.335
  • MNA Loco PKS Kembayan: Rp 15.450 (WD), penawaran tertinggi Rp 15.185
  • CPKO FOB Palembang: Rp 33.798 (WD), penawaran tertinggi Rp 32.650
  • FOB Lampung: Rp 33.968 (WD), penawaran tertinggi Rp 32.000
  • PK Loco PKS T.Lebar: Rp 14.430 (WD), penawaran tertinggi Rp 9.400

Prospek Pasar dan Implikasi

Penguatan harga CPO di Bursa Malaysia mencerminkan optimisme pasar terhadap pasokan minyak sawit Indonesia yang diperkirakan akan lebih ketat akibat kebijakan mandatori biodiesel B50. Kebijakan ini dapat membatasi ekspor CPO sehingga menekan pasokan global dan mendorong harga naik. Di sisi lain, penurunan harga CPO pada KPBN dengan status withdraw menunjukkan dinamika pasar domestik yang lebih kompleks, dipengaruhi oleh faktor penawaran dan permintaan lokal.

Baca juga:

Pergerakan harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai juga berkontribusi terhadap sentimen pasar minyak sawit, mengingat ketiga komoditas ini saling terkait dalam perdagangan internasional.