Media Kampung – Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan pada Rabu, 16 September 2026. Harga CPO tercatat sebesar Rp 15.758 per kilogram, naik Rp 56 per kilogram atau sekitar 0,36 persen dibandingkan harga tertinggi pada hari sebelumnya yang sebesar Rp 15.702 per kilogram.

Harga CPO di Beberapa Lokasi

  • Harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp 15.758 per kilogram.
  • Harga CPO FOB Talang Duku sebesar Rp 15.508 per kilogram.
  • Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka pada Rp 15.558 per kilogram, meskipun terjadi penarikan (withdraw) dengan penawaran tertinggi Rp 15.445 per kilogram.

Kenaikan Impor Minyak Sawit India

Data dari Solvent Extractors Association of India (SEA) menunjukkan bahwa impor minyak nabati India meningkat pada Agustus 2026. Impor minyak sawit naik 7 persen secara bulanan menjadi 782.761 ton, mencapai level tertinggi sejak Februari 2026. Lonjakan ini didorong oleh perusahaan pengolah atau refinery yang memperkuat persediaan menjelang musim festival di India.

Baca juga:

Selain minyak sawit, impor minyak kedelai (soyoil) India juga melonjak ke rekor tertinggi dengan kenaikan 26 persen dibanding bulan sebelumnya, mencapai 628.736 ton. Sebaliknya, impor minyak bunga matahari mengalami penurunan sebesar 36 persen menjadi 160.639 ton.

Baca juga:

Data Tender KPBN pada 16 September 2026

  • Loco PKS Bekri: Rp 15.658 (withdraw), penawaran tertinggi Rp 15.100.
  • CIF Pelabuhan Gresik: Rp 15.758 (withdraw), penawaran Rp 15.489.
  • WNI Franco Dumai: Rp 15.758.
  • Loco PKS Sei Tapung: Rp 15.519.
  • FOB Talang Duku: Rp 15.508.
  • Franco Teluk Bayur: Rp 15.558 (withdraw), penawaran tertinggi Rp 15.445.
  • Loco PKS Kembayan: Rp 15.258 (withdraw), penawaran tertinggi Rp 15.235.
  • Loco PKS Ngabang: Rp 15.383 (withdraw), penawaran tertinggi Rp 15.360.

Konsep Pasar dan Implikasi

Kenaikan harga CPO di KPBN mencerminkan dinamika pasar komoditas yang dipengaruhi oleh permintaan global, khususnya dari India sebagai salah satu importir minyak sawit terbesar. Persiapan perusahaan pengolah India menjelang musim festival menyebabkan meningkatnya impor minyak nabati, termasuk minyak sawit dan minyak kedelai.

Baca juga:

Pergerakan harga dan volume impor ini penting bagi pelaku usaha di sektor sawit Indonesia karena dapat mempengaruhi harga jual, produksi, dan strategi ekspor. Selain itu, perubahan ini juga berdampak pada keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar domestik dan internasional.