Media Kampung, Tangerang SelatanPemerintah Kota Tangerang Selatan mencatat 879 balita masih mengalami stunting per Agustus 2026, meskipun prevalensi stunting menurun menjadi 0,75 persen. Angka ini berasal dari hasil pengukuran yang telah disampaikan kepada pemerintah kecamatan untuk tindak lanjut penanganan.

Data dan Distribusi Kasus Stunting

Di antara kecamatan di Tangerang Selatan, Kecamatan Setu mencatat prevalensi stunting tertinggi sebanyak 1,57 persen dengan 119 balita terdampak. Pemerintah kota sedang menelusuri faktor-faktor penyebab tingginya kasus di wilayah tersebut demi penanganan yang tepat sasaran.

Baca juga:

Strategi Penanganan oleh Pemerintah

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menegaskan pentingnya peran pemerintah kecamatan tidak hanya menerima data, tetapi aktif mendatangi keluarga terdampak untuk mengidentifikasi permasalahan secara mendalam. Identifikasi ini mencakup:

  • Kondisi lingkungan tempat tinggal yang mungkin tidak sehat.
  • Asupan gizi balita dan ibu selama kehamilan.
  • Kondisi ekonomi keluarga yang memengaruhi pemenuhan nutrisi.

Pemeriksaan langsung ke rumah balita berdasarkan alamat lengkap dilakukan guna memahami penyebab dan kebutuhan penanganan yang spesifik. Pendekatan ini bertujuan mengatasi faktor-faktor penyebab stunting secara menyeluruh.

Baca juga:

Konsep dan Dampak Stunting

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar sesuai usianya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang, termasuk asupan gizi yang kurang optimal pada masa kehamilan dan masa awal kehidupan anak.

Penanganan stunting penting karena dampaknya pada perkembangan fisik dan kognitif anak yang dapat berpengaruh pada kualitas hidup dan produktivitas di masa depan.

Baca juga:

Perkembangan dan Tantangan ke Depan

Meskipun prevalensi stunting di Tangerang Selatan termasuk yang terendah di Banten dan Indonesia, pemerintah kota menyadari masih ada pekerjaan rumah untuk menekan angka ini lebih jauh. Upaya kolaboratif antara pemerintah kota, kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan stunting secara efektif.

Dengan pendekatan yang terfokus dan berbasis data akurat, diharapkan penurunan stunting dapat terus berlanjut sehingga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di Tangerang Selatan meningkat secara signifikan.