Media Kampung, Bandarlampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Imunisasi Kejar Human Papillomavirus (HPV) Tahun 2026 secara virtual, Kamis (16/7/2026). Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pelaksanaan BIAS 2026 agar menjangkau seluruh sasaran imunisasi, baik anak yang bersekolah maupun tidak bersekolah.
Dalam arahannya, Wagub menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. “Imunisasi adalah investasi penting untuk menciptakan generasi Lampung yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kita harus memastikan tidak ada satu pun anak usia sasaran yang terlewat, baik yang mengenyam pendidikan formal di sekolah maupun anak-anak yang tidak bersekolah,” ujar Jihan.
Jadwal dan Sasaran BIAS 2026
Pelaksanaan BIAS 2026 dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada Agustus dan November 2026. Program ini menyasar siswa sekolah dasar serta anak-anak yang tidak bersekolah, termasuk anak putus sekolah dan anak jalanan.
- Agustus: siswa kelas 1 SD (usia 7 tahun) mendapat imunisasi Campak-Rubela; siswa kelas 5 SD (usia 11 tahun) perempuan mendapat imunisasi HPV.
- November: siswa kelas 1 SD mendapat imunisasi DT; siswa kelas 2 SD (usia 8 tahun) mendapat imunisasi Td; siswa kelas 5 SD mendapat imunisasi Td.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Imunisasi Kejar HPV bagi anak perempuan kelas 6 SD/MI/sederajat yang belum pernah menerima imunisasi HPV, serta anak perempuan kelas 9 SMP/MTs/sederajat atau usia 15 tahun yang belum memperoleh imunisasi tersebut.
Peran Serta Semua Pihak
Jihan menegaskan bahwa imunisasi merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Oleh karena itu, seluruh aparatur kewilayahan mulai dari camat, lurah, hingga kepala desa diminta aktif mengawal pelaksanaan program, memantau capaian di wilayah masing-masing, serta menyampaikan laporan perkembangan secara berkala setiap pekan selama pelaksanaan BIAS.
Menurutnya, keberhasilan BIAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pelaksanaan BIAS dan Imunisasi Kejar HPV Tahun 2026 mampu mencapai cakupan yang lebih tinggi sehingga semakin banyak anak terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) serta mendukung terwujudnya generasi Lampung yang sehat, unggul, dan berdaya saing.























Tinggalkan Balasan