Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa kualitas biodiesel B50 lebih baik dibandingkan B40. Kepastian ini diperoleh setelah serangkaian uji coba yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.
“Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh tim kami dari Kementerian ESDM yang dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE Prof. Eniya. Hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Bahlil di Jakarta. Salah satu temuan utama adalah kadar air B50 yang lebih rendah dibanding B40, sehingga memberikan indikasi performa dan stabilitas bahan bakar yang lebih baik.
Uji Coba Meliputi Berbagai Jenis Kendaraan
Uji coba tidak hanya terbatas pada kendaraan ringan, tetapi juga mencakup berbagai jenis kendaraan dan peralatan operasional. Bahlil menyebutkan bahwa pengujian dilakukan pada kendaraan angkutan, alat berat sektor pertambangan, ekskavator, kapal, kereta api, hingga mesin dan kendaraan pertanian. “Ini sudah dilakukan uji coba di berbagai kendaraan, baik alat berat, kapal, kereta api, dan kendaraan lainnya. Sektor tambang, ekskavator, hingga alat pertanian semuanya sudah dilakukan,” katanya.
Jadwal Implementasi B50
Pemerintah menargetkan implementasi B50 secara penuh pada 1 Juli 2026. Sebelumnya, pada semester pertama 2026, akan diterapkan B40 sebagai masa transisi. Total alokasi biodiesel sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar 17,60 juta kiloliter (kL). Hingga 13 April 2026, realisasi penyaluran biodiesel telah mencapai 3,90 juta kL atau setara 24,9 persen dari total alokasi tahunan.
Dampak terhadap Impor Solar
Implementasi B50 diharapkan mampu menekan kebutuhan impor solar secara signifikan. Bahlil optimistis bahwa program ini bahkan berpotensi menghilangkan impor untuk jenis solar tertentu apabila berjalan optimal. Biodiesel B50 merupakan campuran 50 persen minyak sawit mentah (CPO) dan 50 persen bahan bakar solar, melanjutkan program sebelumnya yaitu B20, B30, dan B40.
Dengan hasil uji coba yang positif, pemerintah optimistis peluncuran B50 pada semester II 2026 dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi ketahanan energi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan