Media Kampung – Dalam upaya menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kediri menyelenggarakan Workshop Interpretasi Elektrokardiografi (EKG). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2026, dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari dokter yang bertugas di klinik, puskesmas, dan praktik mandiri di Kabupaten Kediri.
Lokasi dan Peserta Workshop
Workshop dilaksanakan di dua tempat secara paralel. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, sementara 30 peserta lainnya berada di Sekretariat IDI Kabupaten Kediri. Pembukaan acara dilakukan secara daring oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Rahma Sari Dewi.
Materi dan Narasumber
Wakil Ketua Panitia Workshop, dr. Dewi Retno Purnamawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian PERKI Malang kepada dokter umum. Hari pertama diisi dengan pemberian materi oleh delapan narasumber, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik pengoperasian alat EKG dan pembacaan hasil rekaman. Salah satu narasumber, dr. Yoseph Budi Utomo, spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI Cabang Malang, menyampaikan materi tentang gagal jantung, hipertensi, dasar-dasar EKG, teknik perekaman, dan cara interpretasi EKG.
Tujuan dan Harapan
Dr. Yoseph menekankan bahwa penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, PERKI gencar melakukan promosi kesehatan untuk menyosialisasikan penyakit kardiovaskular serta cara pencegahan dan penanganannya. Ia berharap workshop ini dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan keterampilan peserta dalam membaca EKG, sehingga tenaga kesehatan di Kabupaten Kediri mampu mengambil langkah tepat dalam menangani kegawatan kardiovaskular. Dewi Retno menambahkan, workshop ini juga menjadi refreshing ilmu bagi peserta yang sebelumnya telah mendapatkan materi EKG. Dengan demikian, angka kematian akibat penyakit jantung diharapkan dapat ditekan secara maksimal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan