Media Kampung – Vale Indonesia resmi menerima surat pengunduran diri Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer per 20 Agustus 2026. Keputusan ini diketahui melalui pernyataan resmi Corporate Secretary Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman, yang menyampaikan bahwa pengunduran diri tersebut didasari oleh pertimbangan pribadi terkait keluarga.
Vale Indonesia akan mengajukan permohonan persetujuan pengunduran diri Budiawansyah dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan datang sesuai ketentuan yang berlaku. Meski terjadi perubahan di jajaran direksi, perusahaan memastikan operasi dan agenda bisnis tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Penunjukan dan Masa Jabatan
Budiawansyah ditunjuk sebagai Direktur Vale Indonesia melalui RUPS Luar Biasa pada 28 Juli 2025 bersamaan dengan penunjukan Bernardus Imanto sebagai Presiden Direktur dan CEO. Masa jabatan Budiawansyah seharusnya berlangsung hingga RUPS Tahunan 2027.
Peran dalam Pengembangan Proyek Blok Tanamalia
Selama menjabat, Budiawansyah aktif menjelaskan rencana strategis terkait pengembangan tambang nikel baru di Blok Tanamalia yang ditargetkan mulai beroperasi antara 2029 dan 2031. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Vale Indonesia membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di wilayah konsesi tambang Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Pengembangan Blok Tanamalia masih dalam tahap kajian eksplorasi dan penelitian mendalam. Budiawansyah menegaskan bahwa studi eksplorasi harus memastikan kandungan sumber daya dan cadangan nikel agar dapat menentukan masa operasional tambang (life of mine) secara akurat. Tahap desain proyek belum selesai karena perusahaan masih perlu memastikan kuantitas cadangan nikel sebelum memutuskan pengembangan industri baterai lebih lanjut.
Proyek Indonesia Growth Project (IGP)
Vale Indonesia memiliki tiga proyek smelter terintegrasi dalam kerangka Indonesia Growth Project, yaitu IGP Pomalaa, IGP Morowali-Bahodopi, dan IGP Sorowako. Proyek IGP Sorowako diperkirakan selesai pada tahun 2027. Sementara itu, Blok Tanamalia masih dalam tahap front end loading (FEL) kedua yang dijadwalkan selesai akhir tahun ini.
Implikasi dan Lanjutan
Pengunduran diri Budiawansyah menjadi perhatian penting bagi pemegang saham dan pelaku industri pertambangan karena peran strategisnya dalam pengembangan proyek nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan berkomitmen memberikan informasi lebih lanjut tentang perubahan susunan direksi sesuai ketentuan keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan.
Dengan fokus pada kesinambungan operasional dan proyek strategis, Vale Indonesia terus melanjutkan target pengembangan industri baterai yang berperan dalam mendukung transisi energi dan penguatan sektor pertambangan nasional.














Tinggalkan Balasan