Media Kampung – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan pentingnya memaksimalkan pemanfaatan udang vaname produksi dalam negeri, meskipun pada Juni 2026 sebanyak 120 ton udang vaname asal Ekuador diimpor melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sebagai bahan baku industri pengolahan udang.
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, menyampaikan bahwa importasi tersebut dilakukan melalui fasilitas Kawasan Berikat tanpa Rencana Kebutuhan Impor (RKI) dan masih sesuai ketentuan perundangan. Udang vaname asal Ekuador telah melewati pemeriksaan kesehatan oleh Badan Karantina Indonesia dan dinyatakan negatif dari White Spot Syndrome Virus (WSSV).
Prioritaskan Udang Vaname Lokal untuk Industri Pengolahan
KKP mendorong pelaku industri pengolahan, eksportir, dan importir agar lebih mengutamakan penggunaan udang vaname hasil budi daya dalam negeri. Hal ini penting untuk memperkuat penyerapan produksi lokal, menjaga keberlanjutan usaha budidaya udang, serta meningkatkan daya saing industri pengolahan nasional.
Industri udang di Indonesia memiliki mata rantai usaha yang luas, mulai dari pembenihan, pakan, budi daya, hingga pengolahan dan pemasaran domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, pengelolaan bahan baku harus seimbang agar produksi budi daya dalam negeri tetap berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar ekspor.
Latar Belakang dan Konteks Impor Udang
Impor udang vaname dari Ekuador tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan udang di Indonesia. Meskipun demikian, KKP menegaskan tidak mengeluarkan Rencana Kebutuhan Impor untuk komoditas ini, dan importasi tersebut masih diatur sesuai regulasi yang berlaku.
Udang merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia dengan nilai ekspor rata-rata mencapai USD 1,93 miliar dan volume sekitar 229.250 ton selama lima tahun terakhir. Oleh karena itu, penguatan produksi dalam negeri menjadi fokus utama untuk menjaga ketahanan dan daya saing sektor perikanan nasional.
Sinergi Hulu-Hilir untuk Kemandirian Industri Udang
KKP juga menyambut baik dukungan asosiasi usaha pengolahan udang dalam memperkuat sinergi antara hulu dan hilir. Dengan mengoptimalkan penyerapan udang vaname lokal, diharapkan industri udang nasional dapat lebih mandiri dan berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha di sektor perikanan, mulai dari pembenih hingga eksportir, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor udang.














Tinggalkan Balasan