Media Kampung – Kencana Agri Limited mencatat kenaikan produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 5,6 persen pada paruh pertama tahun 2026. Peningkatan ini didukung oleh bertambahnya volume tandan buah segar (TBS) yang diolah serta perbaikan tingkat ekstraksi minyak (OER) di pabrik kelapa sawit milik perusahaan.

Periode Januari hingga Juni 2026, total TBS yang diolah mencapai 463.104 ton, naik 3,4 persen dibandingkan semester pertama 2025 yang sebesar 448.088 ton. Dari jumlah tersebut, 374.518 ton berasal dari kebun inti dan plasma, sementara pasokan dari pihak ketiga melonjak signifikan sebesar 55,4 persen menjadi 88.586 ton. Lonjakan pembelian TBS eksternal ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga tingkat utilisasi pabrik, khususnya di lokasi operasional Bangka yang tengah menjalankan program replanting.

Baca juga:

Produksi CPO tercatat mencapai 99.201 ton, meningkat dibandingkan 93.981 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan produksi yang melampaui pertumbuhan volume TBS ini dipengaruhi oleh peningkatan oil extraction rate yang mencapai 21,4 persen, lebih tinggi dari 21,0 persen pada semester pertama 2025. Hal ini mencerminkan peningkatan efisiensi proses pengolahan di pabrik kelapa sawit Kencana Agri.

Perusahaan juga menghadapi dinamika struktur umur tanaman kelapa sawit. Luas areal tertanam mencapai 67.862 hektare, terdiri atas 51.151 hektare kebun inti dan 16.711 hektare kebun plasma, yang relatif stabil dibandingkan akhir 2025. Namun, terdapat pergeseran usia tanaman, dimana 6.716 hektare tanaman berpindah dari kategori usia produktif utama (7-18 tahun) ke kelompok usia di atas 18 tahun, sehingga porsi tanaman yang lebih tua meningkat menjadi 35,9 persen dari total areal. Kondisi ini mendorong Kencana Agri untuk melanjutkan program peremajaan (replanting) secara bertahap demi menjaga basis produksi ke depan.

Baca juga:

Dalam perspektif industri, Chairman Kencana Agri, Henry Maknawi, mengungkapkan bahwa prospek kelapa sawit Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan domestik seperti implementasi biodiesel B50 yang dapat meningkatkan permintaan CPO dalam negeri. Selain itu, perkembangan geopolitik dan kondisi cuaca seperti fenomena El Nino juga menjadi faktor penentu yang perlu diwaspadai. Perusahaan juga memantau kerangka tata kelola ekspor yang sedang dalam masa transisi dengan keterlibatan PT Danantara Sumberdaya Indonesia, dimana implementasi praktisnya masih berkembang dan berdampak pada keseimbangan pasokan CPO untuk pasar ekspor dan domestik.

Dengan strategi peningkatan efisiensi pabrik dan fokus pada replanting, Kencana Agri berupaya menjaga pertumbuhan produksi sekaligus mengelola tantangan struktur umur tanaman agar dapat mempertahankan daya saing dalam industri kelapa sawit nasional.

Baca juga: