Media Kampung – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mendapatkan persetujuan mayoritas pemegang saham Loyal Metals Limited untuk mengakuisisi 100 persen saham perusahaan tambang asal Australia tersebut. Dalam transaksi ini, BUMI menawarkan pembayaran tunai sebesar 0,45 dolar Australia per saham, dengan nilai valuasi mencapai sekitar 79,11 juta dolar Australia.
Persetujuan ini menandai kemajuan penting dalam aksi korporasi BUMI yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian awal (scheme implementation deed) dengan Loyal Metals. Namun, proses akuisisi masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan regulasi dan pengesahan pengadilan di Australia. Proses ini juga belum melibatkan pengalihan dana atau saham secara resmi.
Loyal Metals merupakan perusahaan eksplorasi yang fokus pada mineral kritis seperti tembaga, emas, dan aset litium, dengan proyek utama Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland, Australia. Penawaran BUMI memberikan premi signifikan dibandingkan harga pasar saham Loyal Metals sebelum pengumuman akuisisi, yang menunjukkan nilai tambah bagi pemegang saham Loyal Metals.
Sementara itu, di pasar saham domestik, indeks Kompas100 menguat pada perdagangan terakhir dengan sejumlah saham perbankan dan energi mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sendiri mencatatkan lonjakan harga sebesar 4,21 persen dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp972,35 miliar. Hal ini sejalan dengan penguatan sektor industri dan energi yang memimpin kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan akhir pekan.
Selain BUMI, saham sektor perbankan seperti PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Mandiri (BMRI) juga mengalami kenaikan harga saham yang menambah sentimen positif pasar. Aktivitas transaksi yang tinggi menunjukkan minat kuat dari investor domestik maupun asing, terutama yang mendukung saham berkapitalisasi besar.
Pergerakan positif saham BUMI dan sektor energi ini menjadi indikator penting dalam dinamika pasar modal Indonesia, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan industri pertambangan dan energi di tengah upaya perusahaan memperluas portofolio aset di luar negeri.















Tinggalkan Balasan