Media Kampung, Jakarta Timur – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Hal ini diungkapkan dalam pidatonya pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlangsung di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (06/10/2026).

Prabowo menyoroti ancaman non-fisik yang dapat mengganggu stabilitas makroekonomi Indonesia. Ia menyebut serangan siber, penyebaran berita bohong, hingga aktivitas penyelundupan sebagai beberapa faktor yang dapat merusak kedaulatan ekonomi.

“Kejahatan penyelundupan komoditas keluar negeri secara langsung mengurangi potensi pendapatan negara dan merusak struktur neraca perdagangan nasional,” ujarnya.

Untuk menjaga kedaulatan di wilayah kepulauan yang luas, Prabowo menekankan perlunya penguatan pertahanan dan pengawasan ketat terhadap objek-objek vital strategis. Ia juga membandingkan kompleksitas geografis Indonesia dengan Eropa yang memiliki lebih dari 30 negara dengan kekuatan militer masing-masing, sementara Indonesia hanya mengandalkan satu komando terintegrasi di bawah TNI.

Dalam berita lainnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa utang pinjaman online (pinjol) warga Indonesia telah mencapai Rp 106,94 triliun hingga Agustus 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mencatat pertumbuhan industri pinjaman daring ini meningkat sebesar 22,07 persen secara tahunan.

“Outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen year on year dengan nominal sebesar Rp 106,94 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers yang diadakan secara daring. Sementara itu, tingkat risiko kredit macet atau Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90) berada di level 4,73 persen.