Media Kampung, Sulawesi TenggaraKoperasi Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, telah melakukan pengiriman perdana sebanyak 8 ton ikan berkualitas ekspor ke luar kota. Pengiriman ini menandai keberhasilan awal sejak program kerja prioritas tersebut mulai dioperasikan uji coba pada Agustus 2026.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lotharia Latif, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan KNMP mulai berfungsi sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi nelayan dengan penanganan hasil dan akses pasar. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas perikanan, tetapi juga menjadi mesin ekonomi yang meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kesejahteraan nelayan.

Baca juga:

Pengembangan Profesionalisme Nelayan

Melalui KNMP, nelayan didorong untuk menjaga mutu hasil tangkapan dan mengembangkan usaha menjadi lebih profesional. KKP memperkuat literasi keuangan, akses pembiayaan, dan pemasaran untuk mendorong nelayan menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Pemberdayaan Masyarakat di KNMP

Berbarengan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, KKP menggelar rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di KNMP Sorue Jaya. Nelayan dan keluarganya mendapatkan pelatihan perlindungan usaha, pemutakhiran data e-KUSUKA, literasi pengelolaan keuangan, serta fasilitasi akses pembiayaan.

Baca juga:

Selain itu, pengembangan usaha keluarga nelayan juga didukung melalui pelatihan sablon dan ecoprint, serta promosi produk lewat bazar UMKM perikanan. Hal ini bertujuan menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga nelayan di kawasan pesisir dan memperkuat ekonomi lokal.

Menuju Nelayan Naik Kelas

Lotharia Latif menegaskan bahwa penguatan ekonomi di KNMP memberikan ruang bagi nelayan untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dengan posisi tawar yang lebih kuat. Dengan ekosistem yang berjalan baik, nelayan tidak hanya menjadi produsen ikan, tetapi juga pelaku usaha yang profesional dan berdaya saing, yang merupakan tujuan utama program ini untuk ‘nelayan naik kelas’.

Baca juga:

Keberhasilan pengiriman perdana 8 ton ikan ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan langkah awal pembentukan ekosistem ekonomi perikanan yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.