Media Kampung, Jakarta Selatan – Acara peringatan Maulid Nabi dan haul oleh warga di Jalan Kramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung ricuh pada Jumat (31/10) dini hari. Kejadian ini viral di media sosial, di mana kericuhan diduga bermula dari penggunaan kembang api dan petasan bersuara keras berdurasi panjang.
Petasan yang dinyalakan berlangsung intensif selama satu jam, sekitar pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB, sehingga mengganggu warga yang sedang beristirahat. Sejumlah anak terbangun dan menangis akibat suara ledakan petasan yang terdengar hingga jarak cukup jauh.
Situasi semakin memanas ketika seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) mendatangi lokasi untuk protes kepada pihak yang menggelar acara. Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan bahwa polisi telah memantau persoalan ini dan akan melakukan mediasi. “Monitor, akan ada mediasi,” kata Seala saat dikonfirmasi.
Kejadian ini menjadi sorotan publik di media sosial, menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat yang menilai perlunya perhatian lebih terhadap dampak suara keras dalam acara keagamaan terhadap kenyamanan warga sekitar.













