Media Kampung, Makassar – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengundang ribuan ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RTRW) di Kota Makassar untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Ajakan ini disampaikan dalam acara bertajuk ‘Data Akurat, Sasaran Tepat Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial’ yang berlangsung di GOR Sudiang pada hari Minggu, 4102026.

Gus Ipul menjelaskan bahwa keterlibatan RTRW sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital. Banyak warga yang tidak memiliki telepon pintar, tidak mengetahui cara menggunakannya, atau memerlukan pendampingan untuk mengakses layanan perlindungan sosial. “Kalau kita lihat uji cobanya di Banyuwangi, 10 persen masyarakat yang mengajukan secara mandiri, sisanya 90 persen dibantu oleh agen-agen Perlinsos,” ujar Gus Ipul.

Agen Perlindungan Sosial ini dapat berasal dari siapa saja yang bersedia menjadi relawan untuk membantu warga di sekitarnya. Calon agen dapat mendaftar menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan kemudian mendampingi masyarakat terdekat, terutama keluarga dan tetangga. “Agen Perlinsos itu siapa pun boleh, kalau mau dan bersedia menjadi relawan untuk membantu orang lain. Diutamakan (membantu) yang paling dekat, saudara atau tetangga,” tambahnya.

Peran Agen Perlinsos adalah untuk membantu warga melakukan registrasi ulang sebagai penerima bantuan sosial (bansos) maupun mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk mendapatkan perlindungan sosial. Pendampingan ini sangat penting bagi warga yang belum terjangkau atau mengalami kesulitan dalam mengakses layanan digital.

Gus Ipul menegaskan bahwa Agen Perlinsos tidak menentukan siapa yang berhak menerima bansos, sehingga peran mereka bersifat sukarela. Agen hanya membantu proses pengajuan dan pemutakhiran data, sementara penentuan kelayakan akan dilakukan melalui sistem yang terhubung dengan berbagai data pemerintah.

“Datanya dimasukkan, nanti sistem yang akan menjawab apakah seseorang itu berhak menerima bansos atau tidak, karena datanya sudah terhubung dengan semua data-data milik pemerintah,” jelas Gus Ipul.

Implementasi Perlinsos Digital bertujuan untuk meningkatkan akurasi data dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bansos. Sistem ini telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan kini sedang dikembangkan di 42 kabupaten/kota, termasuk Makassar. “Kalau semuanya lancar, maka pada tahun 2027, akan dimulai penyaluran bansos berdasarkan data yang menjadi bagian dari digitalisasi bansos, jadi data yang mutakhir,” ungkap Gus Ipul.

Dalam proses registrasi ulang, penerima bansos akan melalui verifikasi biometrik atau pengenalan wajah untuk memastikan identitas penerima sesuai dengan yang sebenarnya. Pemerintah juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan atau menyanggah data sebagai bagian dari pemutakhiran data perlindungan sosial.

Di Sulawesi Selatan, Gus Ipul menyebutkan bahwa sekitar 5,7 persen masyarakat telah terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital. Oleh karena itu, ia mendorong percepatan perluasan cakupan di daerah tersebut. “Kita punya target akhir tahun sudah lebih 50 persen. Itu perlu gotong royong, jadi ini yang perlu kita perkuat,” tambahnya.

Gus Ipul juga mengajak RTRW, bersama pemuda, organisasi masyarakat, komunitas perempuan, TNI dan Polri, serta berbagai unsur masyarakat lainnya untuk bergotong royong memperbanyak Agen Perlinsos dan memperluas jumlah warga yang terdaftar dalam sistem tersebut. “Semakin banyak Agen Perlinsos yang kita harapkan. Yang kedua semakin banyak masyarakat yang bisa masuk ke dalam sistem Perlinsos kita,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Gus Ipul juga mendorong ribuan ketua RTRW Makassar untuk mendeklarasikan 08 Komitmen Agen Perlinsos. Komitmen ini mencakup menjadi bagian dari Gerakan Nasional Peduli Tetangga, mencari dan menjangkau warga yang membutuhkan, membantu memastikan data sesuai kondisi sebenarnya, melayani dengan empati tanpa membeda-bedakan, menjaga kejujuran dan ketepatan data, serta melayani tanpa memungut biaya atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun.

“Hari ini kita minta komitmennya. Siap?” tanya Gus Ipul. Pertanyaan tersebut langsung disambut seruan “siap” oleh ribuan ketua RTRW yang hadir.

Hingga saat ini, tercatat 6,2 juta warga telah terdaftar secara nasional dalam sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital dengan dukungan 491 ribu Agen Perlinsos. Di Sulawesi Selatan, sekitar 182 ribu warga atau 5,7 persen dari populasi telah terdaftar, sementara jumlah Agen Perlinsos mencapai sekitar 18 ribu orang. Dari jumlah tersebut, baru 926 ketua RTRW di Sulawesi Selatan yang telah menjadi Agen Perlinsos. Kota Makassar menjadi penyumbang terbesar di Sulawesi Selatan, dengan sekitar 31,53 persen atau 146.694 keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital, didukung oleh 11.456 agen Perlinsos.

Pada kesempatan terpisah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa penguatan Agen Perlinsos merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran. “Kita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan bahwa perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah itu benar-benar bisa sampai dan tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkannya,” tuturnya.

Munafri juga mengatakan bahwa Pemkot Makassar saat ini memprioritaskan ketua RTRW untuk menjadi Agen Perlinsos, sebelum membuka kesempatan bagi kelompok masyarakat lainnya. Mereka menargetkan keterlibatan Agen Perlinsos mencapai 50 persen hingga akhir tahun. “Kami target di akhir tahun insya Allah bisa sampai di 50 persen,” tambahnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang ingin mendaftar sebagai Agen Perlinsos dapat mengunjungi agent-perlinsos.kemensos.go.id. Pendaftaran dilakukan dengan memasukkan NIK 16 digit, melakukan verifikasi wajah, melengkapi data diri, memilih tipe agen, memasukkan nomor telepon aktif, dan menyetujui Pernyataan Komitmen Agen.

Acara tersebut juga menampilkan bakat dan potensi ratusan siswa Sekolah Rakyat se-Sulsel, di antaranya penampilan Tari Saman, Tari Pakarena, dan berbagai atraksi lainnya yang menunjukkan semangat dan kreativitas siswa dalam menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.