Media Kampung – Moderasi beragama tidak hanya diwujudkan melalui toleransi antarumat beragama, tetapi juga dengan membangun kepedulian untuk saling menjaga sesama dan memelihara lingkungan. Nilai ini dinilai penting di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Penyuluh Agama Ahli Pertama Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Kadek Satria, mengatakan hidup bersama tidak sekadar tinggal berdampingan. Menurutnya, kehidupan yang harmonis membutuhkan kepedulian, toleransi, rasa saling menghormati, serta tanggung jawab bersama.
“Jadi konteks saling jaga itu, selama ini kita masih berpikir, dia ini keluarga saya tidak, baru saya bantu. Dia ini teman saya tidak, baru saya bantu. Dalam konteks menjaga moderasi, yang penting ini bermanfaat untuk kehidupan mereka. Kita membantu dan mengembangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saling pelihara juga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tetapi mencakup kepedulian terhadap alam. Tumbuhan, hewan, air, dan lingkungan harus dijaga agar keseimbangan kehidupan tetap terpelihara.
“Saling pelihara ini konteksnya adalah kealaman, lingkungan. Di lingkungan ada tumbuhan, ada hewan, itu yang memang perlu kita jaga. Kenapa Itulah bentuk dari cara kita untuk menyeimbangkan kehidupan,” ucap Satria.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Satria menilai masyarakat juga perlu memperkuat kembali kontrol sosial, khususnya dalam keluarga dan lingkungan. Kemajuan teknologi dinilai memberikan banyak kemudahan, namun penggunaannya tetap perlu diimbangi dengan pendidikan, pencerahan, dan pengawasan agar tidak mengurangi kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Kita harus memiliki kontrol sosial yang kembali lebih kuat. Kalau sekarang kontrol sosial kita sudah tidak kuat, begitu anak kita dimarahin oleh orang lain, kita justru marah. Padahal kita tidak tahu mana benar mana salah. Jangan-jangan anak kita memang melakukan kesalahan lalu ditegur,” kata Satria.
Penguatan moderasi beragama perlu dilakukan bersama, mulai dari keluarga, masyarakat hingga pemerintah. Dengan saling menjaga, menghormati perbedaan, dan memelihara lingkungan, kehidupan bersama diharapkan tetap harmonis di tengah perubahan zaman.














