Media Kampung – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menegaskan pentingnya dasar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai syarat utama dalam pemberian insentif untuk Motor Listrik Nasional (Molinas). Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian industri otomotif berbasis kendaraan listrik di Indonesia.

Insentif Berbasis TKDN sebagai Fondasi Pengembangan Motor Listrik Nasional

Sekretaris Jenderal Aismoli, Hanggoro Ananta Khrisna, menyatakan bahwa insentif pemerintah terhadap motor listrik nasional idealnya harus mengacu pada persentase TKDN yang jelas. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dukungan negara benar-benar mendorong produksi komponen lokal dan memperkuat ekosistem otomotif dalam negeri.

Baca juga:

Hanggoro mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada aturan teknis resmi mengenai persentase TKDN yang harus dipenuhi dalam proyek Molinas. Pemerintah bersama pemangku kepentingan masih dalam tahap merumuskan regulasi yang berkaitan dengan hal tersebut.

Perkembangan Motor Listrik Nasional dan Potensi Talenta Lokal

Peluncuran motor listrik nasional seperti ALVA N3 dengan nama Cakra NX1 menjadi tanda awal dari proyek Molinas. Namun, produk ini belum dipasarkan secara komersial dan masih dalam tahap pengenalan awal sebelum produksi massal dilakukan.

Baca juga:

Aismoli juga menyambut baik inisiatif pemerintah yang mulai serius mengembangkan kendaraan listrik nasional. Indonesia dinilai memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan talenta lokal yang mampu merancang serta memproduksi sepeda motor listrik secara mandiri tanpa bergantung pada prinsipal asing.

Beberapa merek lokal seperti Gesits, ALVA, Maka, Savart, Polytron, Volta, dan Indomobil e-Motor menjadi bukti kesiapan pabrikan dalam negeri dalam menghadapi era elektrifikasi kendaraan bermotor.

Baca juga:

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski antusias, Aismoli masih menunggu kejelasan mekanisme pemilihan produsen yang terlibat dalam proyek motor listrik nasional. Informasi teknis dari Danantara sebagai pelaksana proyek menjadi kunci untuk memastikan implementasi insentif dan pengembangan yang efektif.

Dengan dasar TKDN yang kuat, diharapkan insentif yang diberikan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.