Media Kampung, Munich – Inovasi transportasi publik dunia kini menorehkan babak baru di Jerman. Bus listrik otonom canggih, MAN Lion’s City 12 E, telah resmi diturunkan ke jalanan umum kota Munich untuk menjalani serangkaian uji coba operasional. Armada bus sepanjang 12 meter ini bertugas melayani Rute 178, menghubungkan Petuelring dan Freimanner Houmllzl.

Pengujian tersebut menjadi tonggak sejarah proyek riset MINGA atas kolaborasi MAN, Stadtwerke München, serta tim MVG. Pengembangan teknologi pintar pada bus ini tak lepas dari peran ADASTEC sebagai mitra teknologi utama. Perusahaan tersebut memasok platform perangkat lunak kemudi otomatis SAE Level 4 yang dirancang khusus untuk bus perkotaan.

Secara teknis, MAN Lion’s City 12 E dibekali sensor canggih untuk memindai lingkungan sekitar. Penginderaan ini mengandalkan lima sensor LiDAR yang sanggup memetakan objek tiga dimensi secara presisi tinggi di sekitar bus ini. Selain lima LiDAR, bus listrik ini dilengkapi enam unit radar serta delapan kamera beresolusi tinggi. Kombinasi canggih perangkat tersebut memberikan pengawasan 360 derajat guna mendeteksi pejalan kaki maupun kendaraan lainnya.

Navigasi bus memanfaatkan penentuan posisi satelit yang terhubung langsung ke pemetaan digital HD berpresisi tinggi. Peta ADASTEC ini merekam detail jalur, marka jalan, area penyeberangan, hingga sinyal lampu lalu lintas kota. Melalui pemrosesan seluruh data sensor, kendaraan ini sanggup bermanuver mandiri tanpa kendali manual. Sistem Level 4 mengontrol fungsi kemudi, akselerasi, pengereman otomatis, serta pengaktifan lampu sein saat berpindah jalur.

Meskipun berjalan otonom, keselamatan publik tetap menjadi prioritas paling utama. Pengemudi penguji terlatih dari pihak MAN dan MVG selalu bersiaga di dalam bus untuk memantau sistem serta mengambil alih kendali jika diperlukan. “Bus akan mengemudi, berakselerasi, dan mengerem secara mandiri. Pengemudi keselamatan tetap siaga memantau sistem. Seluruh regulasi uji jalan di Munich kini telah terpenuhi,” ucap Dr. Michael Roth, Head of Bus Strategy di MAN.

Kapasitas kabin bus otonom ini dirancang sangat nyaman untuk seluruh penumpang. MAN Lion’s City 12 E menyediakan sekitar 30 tempat duduk serta ruang khusus yang ramah untuk pengguna kursi roda maupun para pengguna kereta bayi.

Sebelum diizinkan mengaspal di jalan raya, bus otonom ini telah melewati pengujian ketat di fasilitas internal MAN. Pengujian mencakup kompatibilitas elektromagnetik serta validasi fungsi kemudi pada pelbagai skenario simulasi. Izin operasional bus berhasil didapatkan setelah memenuhi standar teknis ketat dari TÜV dan Kraftfahrt-Bundesamt. Sertifikat kelayakan jalan resmi dikeluarkan berdasarkan regulasi AFGBV mengenai pengoperasian kendaraan otonom.

Pemilihan Rute 178 terbukti ideal karena menyajikan variasi tantangan lalu lintas perkotaan. Bus harus melintasi jalan raya utama, zona batas 30 km/jam, area parkir, hingga lorong bawah tanah pada fase uji coba bulan November. Program riset MINGA disokong dana Rp 260 miliar dari pemerintah Jerman hingga pertengahan 2027 dengan melibatkan 16 mitra industri. Inovasi ini menjadi solusi cerdas atas krisis pengemudi bus demi masa depan transportasi publik.