Media Kampung, Denpasar BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar terus mendorong perluasan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di wilayah kerjanya. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 644 ribu pekerja telah terlindungi, atau 76 persen dari target 839 ribu pekerja pada tahun ini.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar Adventus Edison Souhuwat mengungkapkan, capaian UCJ di Kota Denpasar sendiri telah mencapai 50,24 persen. Angka tersebut mencakup angkatan kerja ber-KTP Denpasar yang terlindungi di berbagai segmen, termasuk pekerja penerima upah, bukan penerima upah, pekerja migran Indonesia (PMI), dan pekerja jasa konstruksi.

Baca juga:

Capaian per Segmen Kepesertaan

  • Pekerja Penerima Upah (sektor formal): 357 ribu orang (87% dari target 407 ribu).
  • Pekerja Bukan Penerima Upah (sektor informal): 212 ribu orang (67% dari target 313 ribu).
  • Pekerja Jasa Konstruksi: 57.400 orang (87% dari target 65 ribu).
  • Pekerja Migran Indonesia: 16 ribu orang (31% dari target 53 ribu).

Adventus mengakui bahwa segmen pekerja informal masih menjadi tantangan terbesar. “Ini PR kami di lapangan. Pekerja formal rata-rata sudah terlindungi, kecuali yang mikro. Tapi pekerja informal memang butuh effort lebih,” ujarnya di Denpasar, Rabu (22/7/2026).

Penerimaan Iuran dan Pembayaran Klaim

Hingga pertengahan 2026, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar telah mengumpulkan iuran sekitar Rp759 miliar, setara 50 persen dari target tahunan Rp1,5 triliun. Di sisi lain, klaim yang dibayarkan mencapai hampir Rp478 miliar, didominasi oleh program Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp359 miliar. “Rata-rata pekerja kontrak mencairkan JHT saat putus kontrak, kemudian mendaftar lagi di perusahaan baru,” jelas Adventus.

Baca juga:

Manfaat Beasiswa dan MLT

BPJS Ketenagakerjaan Denpasar telah menyalurkan beasiswa kepada 353 anak peserta yang orang tuanya meninggal dunia, dengan total realisasi Rp1,8 miliar. Beasiswa diberikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi, dengan besaran Rp1,5 juta per tahun (TK/SD), Rp2 juta (SMP), Rp3 juta (SMA), dan Rp12 juta per tahun (mahasiswa).

Selain itu, program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa pembiayaan perumahan masih menghadapi tantangan. Hingga 10 Juli 2026, realisasi baru mencapai sembilan pengajuan (31% dari target 29) dengan nilai Rp4,1 miliar (10% dari target Rp40 miliar). “Ini bagian tantangan kami untuk mensukseskan program ini,” tutup Adventus.

Baca juga:

BPJS Ketenagakerjaan Denpasar optimistis dapat mencapai target 839 ribu peserta hingga akhir Desember 2026 dengan mengoptimalkan jangkauan di empat segmen kepesertaan.